Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 05 Apr 2021 16:00 WIB

TRAVEL NEWS

Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Wisata Jakarta Diuntungkan

Syanti Mustika
detikTravel
Suasana Monas yang penerangannya dipadamkan saat berlangsung Earth Hour di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Sejumlah monumen di Ibu Kota penerangannya dipadamkan pada pukul 20.30-21.30 WIB guna memperingati Earth Hour 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta -

Aktivitas Mudik Lebaran 2021 sudah dilarang oleh pemerintah. Jakarta sebagai salah satu kota yang ramai pendatang mempersiapkan diri untuk Lebaran nanti.

Untuk membendung penyebaran Covid 19, pemerintah mengetok palu untuk melarang mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021. Pariwisata daerah, termasuk DKI Jakarta pun bersiap menghadapi kemungkinan yang terjadi dari aturan terbaru ini.

"Sebenarnya larangan mudik ini lebih banyak berdampak kepada daerah, karena banyak yang mudik berasal dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Karena itu kami sangat mendorong dengan adanya larangan mudik kita bisa memaksimalkan sebaik dengan program-program staycation, dengan membuat paket-paket liburan di Jakarta, menginap di hotel. Hotel-hotel bisa menawarkan diskon yang memang biasa juga dilakukan di musim liburan atau Lebaran. Nantinya momen ini bisa dimanfaatkan warga Jakarta untuk berlibur. Harapannya ini nanti kita bisa kolaborasi dengan PHRI," ungkap Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, Senin (5/4/2021) dalam media briefing PHRI Jakarta via Zoom.

Gumilar juga menggambarkan rencana Dispar Jakarta selama periode larangan mudik. Pihaknya akan menyediakan paket wisata dan akan berkolaborasi dengan PHRI nantinya. Tujuannya supaya geliat wisata Jakarta bangkit lagi.

"Adanya larangan mudik ini, sebenarnya Jakarta diuntungkan. Biasanya orang-orang akan membawa uangnya mudik dan dibelanjakan di daerah. Dengan adanya larangan mudik, yang spending-nya akan dihabiskan di daerah, mereka bisa belanjakan dengan staycation atau vacation di Jakarta. Mungkin perlu kita bahas bersama PHRI dan menyediakan paket-paket wisata," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua BPD PHRI Jakarta, Sutrisno Iwantono. Dia mengatakan larangan mudik memang berdampak untuk daerah, namun karena kondisi pandemi dituntut harus mengikuti aturan pemerintah.

"Kalau bisa mudik yang paling diuntungkan adalah daerah, karena semua orang di Jakarta bisa pulang. Dan yang bisa mendapatkan manfaat momen ini adalah orang daerah. Namun dalam kondisi libur seperti ini, Jakarta juga sebagai tempat wisata bagi kelompok non muslim, karena libur panjang mereka bisa pergi ke Jakarta. Kalau kondisi normal kita lebih suka tidak ada larangan mudik, namun kita menyadari problem mudik ini berat dan pengendalian penularan virus lebih penting. Jadi kita tetap mengikuti aturan pamerintah dan segera selesai dengan pandemi ini dan kembali ke arah normal," papar Sutrisno.



Simak Video "Menhub Setop Penerbangan Charter Selama Pelarangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA