Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Apr 2021 12:31 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah Perkembangan Islam di Papua Barat, Masuk Sejak Abad 16

Hari Suroto
detikTravel
Warga muslim Papua di Kampung Goras, Fakfak
Foto: Warga Papua Muslim di Kampung Goras, Fakfak (Hari Suroto/Istimewa)
Fakfak -

Islam merupakan agama yang berkembang pesat di Papua Barat. Begini sejarah perkembangan Islam di Papua Barat yang dimulai sejak abad ke-16.

Pada abad 15, Kesultanan Tidore di Maluku Utara mulai mengenal Islam. Sultan Ciliaci adalah raja pertama yang memeluk Islam. Sejak itulah, sedikit demi sedikit Islam mulai berkembang di daerah kekuasaan Kesultanan Tidore termasuk Fakfak, Papua Barat.

Menurut Onim (2006) dalam buku Islam dan Kristen di Tanah Papua, proses Islamisasi di wilayah Fakfak dilakukan melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan dan politik.

Jalur perdagangan dilakukan ketika para pedagang datang kemudian mereka menetap di pemukiman masyarakat di sekitar daerah pesisir pantai, selain berdagang mereka juga memperkenalkan agama Islam dengan mengajarkan penduduk untuk melakukan shalat.

Para pedagang umumnya menempuh cara perkawinan agar lebih gampang atau mudah memperoleh kemungkinan dan jalan masuk untuk mendapatkan hasil pala dari masyarakat Fakfak. Para pedagang datang ke wilayah ini kemudian mereka kawin dengan kaum wanita di tempat tersebut dengan demikian ia dijadikan pemimpin dalam agama Islam.

Pendidikan nonformal dilakukan melalui pusat-pusat pengajian yang berlokasi di masjid-masjid maupun di rumah-rumah para mubaliqh.

Yang dimaksud dengan penyebaran dakwah melalui saluran politik ialah bahwa atas jasa dan upaya para raja dan pertuanan dan keluarga-keluarganya maka agama Islam turut disebarkan.

Pada abad ke-16 pemimpin-pemimpin Semenanjung Onin mengunjungi Kerajaan Bacan, yang dari kunjungan itu terbentuklah kerajaan-kerajaan. Di antara kerajaan-kerajaan itu adalah Atiati, Rumbati dan Patipi.

Catatan pelaut Spanyol Luis Vaez de Torres menyebutkan pada 1606 sudah banyak orang Islam di Fakfak. Kapal-kapal Makassar dan Bugis, Seram, dan Gorom membeli biji pala, kulit kayu massoi, teripang dan burung cenderawasih di Semenanjung Onin terutama di Rumbati, Patipi, dan Ati Ati.

Para pedagang Bugis, Makassar, Seram, dan Gorom ini berperan sebagai agen-agen perdagangan, menukar tekstil, manik-manik, dan barang-barang logam dengan produk-produk lokal.

Sir Thomas Walker Arnold (1896) dalam buku The Preaching of Islam menyebutkan agama Islam pertama kali dibawa masuk ke Semenanjung Onin pada 1606 oleh para pedagang muslim yang berdagang sambil berdakwah di kalangan penduduk setempat.

Sementara itu, dalam naskah Sejarah Masuknya Islam di Fakfak yang disusun Tim Ahli Pemerintah Daerah Fakfak pada 2006, mencatat Islam masuk di Fakfak pada 8 Agustus 1360.

Tanggal itu bertepatan dengan kehadiran Abdul Ghaffar seorang ulama Aceh di Fatagar Lama. Abdul Ghaffar berdakwah selama 14 tahun, antara 1360 hingga 1374 di Rumbati dan sekitarnya. Dia meninggal dan disemayamkan di Kompleks Masjid Rumbati.

---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Sempat Dihancurkan KNPB, 2 Jembatan di Papua Barat Dibangun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA