Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Apr 2021 07:41 WIB

TRAVEL NEWS

Fera, Mantan Biksuni yang Jago 'Menidurkan' Orang

Bonauli
detikTravel

Gagal Tunangan, Menjadi Biksuni

"Waktu itu, umur 25 tahun. Saya bertunangan dengan cowok aku, dia orang Amerika Serikat dan tinggal di Boston," kata Fera.

Tapi, rupanya pertunangan itu tidak membuat Fera bahagia. Fera justru merasa merasa bahwa ini bukanlah tujuan hidupnya.

Dia berupaya keras untuk mencari jawaban atas keresahannya itu. Enggak tahu harus ngapain, Fera memilih untuk menjauh, istilahnya saat ini meng-ghosting, tunangannya itu. Ya, waktu itu istilah ghosting belum populer.

"Kebetulan saat itu di Batu ada retreat meditasi. Saya yang dari kecil Buddha, dicari sebagai translator selama acara," dia menjelaskan.

Sacred Nap di Four Season SayanSacred Nap di Four Season Sayan Foto: (Grandy/detikFOTO)

Di sana dia bertugas sebagai sukarelawan. Tapi Fera dengan cepat merasa bahwa dirinya membutuhkan meditasi tingkat lanjut. Tanpa tedeng aling, ia memutuskan untuk terus ikut grup meditasi tersebut hingga ke Bali.

"Akhirnya, pada tahun 2006 saya mantap untuk jadi biksuni di Myanmar," kata Fera.

Fera memilih Myanmar sebagai tempat untuk menjalani meditasi dan menjadi biksuni karena negara itu menawarkan visa meditasi. Visa itu akan diberikan kepada pelancong yang datang ke Myanmar untuk meditasi.

Langkah untuk meninggalkan kekasih, menuju Bali, dan berlanjut ke Myanmar bukan persoalan mudah. Sebab, biaya hidup Fera sebelumnya ditanggung tunangan.

Fera pun menyadari betul setelah meninggalkan tunangannya semua biaya hidup terhenti. Artinya, dia harus mencari uang sendiri.

"Hanya ada satu barang yang Saya punya, cincin tunangan. Saya jual untuk beli tiket one way dan semua keperluan untuk ke sana," kata Fera dengan suara renyah.

Di Myanmar, Fera menuju kuil Panditarama Forest Centre. Kuil itu memang menjadi tempat meditasi dan penahbisan menjadi biksu di Myanmar.

Setelah menjadi biksuni, Fera merasa harus menuntaskan persoalan dengan mantan tunangannya.

"Setelah setahun jadi biksuni, saya akhirnya mengirimkan surat kepada mantan. Saya jelaskan bahwa saya sekarang sudah menjadi biksuni dan cincin yang diberikan telah saya jual untuk kehidupan ini. Sayang, saya tak pernah mendapatkan balasan, tapi saya yakin dia mengerti," katanya.

Selama jadi biksuni, Fera semakin rutin bermeditasi. Penampilannya jelas berubah total, dia gundul, mengenakan jubah, dan ya meditasi menjadi kesehariannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA