Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Apr 2021 09:04 WIB

TRAVEL NEWS

Turki Mulai Lockdown, Pede Wisata Bakal Bangkit Lagi

Femi Diah
detikTravel
A street vendor waits for clients near the iconic Haghia Sophia, in the historic Sultan Ahmed district of Istanbul Tuesday, April 13, 2021. As Muslims around the world began marking Ramadan Tuesday, in mostly-Muslim Turkey, the month of fasting kicked off with some restrictions amid record levels of COVID-19 infections.(AP Photo/Emrah Gurel)
Wisata Turki (AP/Emrah Gurel)
Ankara -

Industri pariwisata Turki menaruh kepercayaan pada langkah-langkah lockdown untuk mencegah penularan virus Corona. Ada saatnya wisata Turki bakal bangkit lagi.

Turki menutup perbatasan dalam tempo tiga minggu mulai Kamis (29/4/2021) hingga 17 Mei untuk menekan lonjakan infeksi dan kematian virus Corona. Sepanjang periode itu juga berlaku jam malam kepada warga.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy membebaskan pengunjung asing dari jam malam itu. Tapi, tidak menerima masuk wisatawan asing.

Selama lockdown penduduk diminta untuk tinggal di rumah dan hanya dapat meninggalkan rumah untuk berbelanja dan kebutuhan pokok lainnya. Perjalanan antarkota hanya diperbolehkan dengan izin, sedangkan kafe dan restoran hanya menerima layanan antar makanan.

Angkutan umum tetap beroperasi namun dengan pembatasan. Begitu pula pada sektor layanan umum, makanan, dan manufaktur, karyawan tetap masuk namun ada pembatasan.

Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Turki (TURSAB) Firuz Baglikaya berharap lockdown bisa mendorong penurunan infeksi COVID-19 dan pada akhirnya berdampak positif pada pariwisata di musim panas.

Penerapan lockdown saat puasa dan hari raya Idul fitri itu bukan tanpa alasan. Berkaca pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, terjadi mobilitas tinggi antarkota.

Memang sih lockdown saat Ramdhan dan Idul Fitri bakal menimbulkan kerugian ekonomi tertentu, namun pertimbangan keselamatan warga menjadi yang utama. Baglikaya bakal mencari cara agar pariwisata tetap selamat saat lockdown.

"Penguncian penuh adalah harapan untuk bulan-bulan musim panas yang baik di sektor pariwisata," kata Wakil Kepala Federasi Hoteliers Turki (TUROFED) Tacettin Ozden.

Ozden menekankan lockdown memang sangat diperlukan, mengingat situasi saat ini. Andai tidak dilakukan, dia khawatir Covid-19 bakal menjadi bencana di musim panas.

"Lonckdown total adalah keputusan yang tepat, kami mendukungnya," kata Tacettin.

Industri pariwisata yang krusial sangat terpukul oleh wabah Corona dan lockdown. Tahun lalu saja, turis berkurang sampai 70 persen dibandingkan 2020. Cuma ada 12,7 juta turis memasuki Turki sepanjang 2020. Angka tersebut makin turun pada periode Januari-Februari tahun ini 70,24%.

Pendapatan sektor wisata Turki juga berkurang drastis mencapai 65,1% menjadi USD 12,06 miliar. Tahun ini, target turis sekitar 34 juta dengan pendapatan diperkirakan mencapai sekitar USD 23 miliar.

Kementerian Kesehatan melaporkan total kasus harian di Turki mencapai puncaknya di atas 63.000 pada 16 April kemudian turun tajam menjadi di bawah 37.000 awal pekan ini. Total korban meninggal dunia karena Corona di Turki mencapai 39.057 orang.

Birol Akman, anggota dewan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki, juga merespons positif keputusan lockdown itu.

"Kami perkirakan pariwisata akan baik-baik saja karena jumlah kasus menurun setelah Ramadhan dan Idul Fitri. Pemesanan juga akan meningkat," kata Akman.



Simak Video "Perjalanan Menuju Ranu Segaran Probolinggo Jawa Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT