Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Mei 2021 13:05 WIB

TRAVEL NEWS

KLHK Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSLB3 KLHK) Novrizal Tahar
Foto: Novrizal Tahar (KLHK)
Jakarta -

Biasanya sedekah diberikan dalam bentuk uang tunai. Namun kini traveler bisa bersedekah dengan sampah lho.

Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Berbasis Masjid diluncurkan untuk menanamkan perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah. Melalui kedekatan keagamaan di bulan Ramadhan ini, masyarakat diajak untuk menyedekahkan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Nah, sampah yang ditampung di masjid akan dikirim ke pengepul atau bank sampah. Kemudian, hasilnya akan disumbangkan untuk kegiatan masjid maupun program lainnya.

"Menurut saya, gerakan sedekah sampah merupakan bagian dari partisipasi publik, bagian dari pengurangan sampah. Jadi, kalau kita bisa maksimalkan lagi dengan berbagai upaya, kita misalnya punya bank sampah, social enterpreneur, kita juga bisa memasukkan gerakan sedekah sampah ini menjadi gerakan sosial kultural yang memang berbasis dari pendekatan keagamaan ya," kata Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar dalam Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Berbasis Masjid, Jumat (30/4/2021).

"Saya pikir ini punya value yang berbeda, karena orang punya amalan dengan bersedekah sampah," tambah Novrizal.

GRADASI diinisiasi oleh Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Program ini dilakukan untuk mencapai target penanganan sampah plastik ke laut sebesar 70 persen di tahun 2025, dengan kapasitas pengelolaan sampah 100 persen. Hal ini sudah ditetapkan oleh presiden dan disampaikan pula ke global

"Upaya gerakan nasional sedekah sampah ini merupakan upaya gerakan partisipasi publik yang memang kita dorong secara masif supaya memang kita bisa mewujudkan pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025 tersebut," kata Novrizal.

GAP Pengelolaan sampah nasionalGAP Pengelolaan sampah nasional Foto: (KLHK)

Pada akhir tahun 2018, tercatat kapasitas pengelolaan sampah masih 32 persen. Lalu pada akhir tahun 2020 dengan basis data di 514 kabupaten meningkat 16,23 persen dengan total kapasitas pengelolaan sampah yang berada pada angka 54,15 persen.

"GAP-nya masih cukup besar untuk mencapai 100 persen, sehingga memang kita perlukan upaya-upaya extraordinary tentunya, mungkin juga revolusioner tentunya," ungkap Novrizal.

Sementara itu, gerakan partisipasi publik ternyata mempengaruhi tren angka pengurangan sampah. Menurut Novrizal, ini menunjukkan kekuatan partisipasi publik sangat kuat.

"Kita harapkan gerakan partisipasi publik ini yang akan dapat mengisi porsi dari komponen penggunaan sampah ini secara maksimal," kata Novrizal.



Simak Video "Hutan Lindung Dapat Jadi Food Estate, Komisi IV: Harusnya Tidak Boleh"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA