Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Mei 2021 08:43 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal PO SAN yang Lahir di Masa Transmigrasi

H. Hasanuddin Adnan - Komisaris Utama PT. SAN Putra Sejahtera (PO. SAN) dan Kurnia Lesani Adnan - Direktur Utama PT. SAN Putra Sejahtera (PO. SAN)
H. Hasanuddin Adnan, komisaris utama PT. SAN Putra Sejahtera (Foto: Dok. PO SAN)
Jakarta -

Mari mengenal PO SAN. Perjalanan panjang perusahaan otobus ini dimulai dari masa program transmigrasi hingga kini menjadi andalan penumpang dari dan ke Sumatera.

PO SAN didirikan oleh Haji Hasanuddin Adnan dan hingga kini ia masih menjabat sebagai komisaris utama PT. SAN Putra Sejahtera.

Kenapa bernama PO SAN?

"SAN itu dari ujung nama saya, Hasan. Dipanggil orang kan San-san saja," katanya saat ditemui di bilangan Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

"Tapi sebenarnya nama Siliwangi Antar Nusa itu saya PNS membawahi angkutan, waktu itu pernah mengemudikan mobil Panglima Kodam Sriwijaya. Setelah saya usaha ada banyak kendala di Merak dan meminta bantuan supaya tidak direcokin dan mendapatkannya," dia menjelaskan.

Tak hanya bus, truk-truk yang dimiliki Haji Hasan disarankan memakai kode itu, tanda nama itu. Tapi, lama kelamaan ia melihat bahwa nama ini cocok menjadi label perusahaannya.

"Cuma kan lucu kok orang Sumatera pakai Siliwangi. Mestinya orang Jawa Barat, tetapi kedekatan saya dengan nama itu dan alhamdulillah memberi saya sesuatu yang baik maka saya jadikan nama usaha Siliwangi Antar Nusa (SAN)," kata Hasan.

"Tapi, waktu didaftarkan ke Kumham tidak bisa karena ada yang serupa. Sehingga, kami namai PT SAN Putra Sejahtera karena anak kami kan lima yang akan meneruskan," dia menambahkan.

Kembali ke masa awal pendirian PO SAN, Haji Hasan merupakan PNS di Pemprov Bengkulu. Ia berposisi di bagian kendaraan dan transportasi juga menangani masyarakat.

Wawasan mengenai transportasi inilah yang membuatnya melihat banyak peluang di luar selain menjadi PNS. Ia merintis usaha tidak dengan bus melainkan truk.

"Karena awalnya kan Bengkulu tahun 1968 pecahan dari Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi ini berawal dari karesidenan. Tahun 1969-70 saya tamat SMA sudah bergabung ke PNS pemprov, tugas saya banyak di kendaraan," kata dia.

"Singkat cerita, seiring berjalannya waktu saya melihat banyak peluang, kesempatan lebih ke bisnisnya," Haji Hasan membeberkan.

"Untuk membantu membangun Provinsi Bengkulu itu kan nggak mesti semua anak putera daerah jadi PNS. Awalnya di situ saya mulai membangun usaha sendiri dari truk ekspedisi," kata dia lagi.

PO SANBus PO SAN (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Hasanuddin Adnan membuat PO pertama

Waktu itu, kendaraan umum sangat dibutuhkan oleh Pemda Bengkulu yang baru membangun daerahnya. Haji Hasan lalu membuat perusahaan otobus pertamanya bersama keluarga besar.

"Berjalannya waktu tahun 1980, saya bersama keluarga membuat PO Bengkulu Indah. Sampai tahun 1990-an, saya mundur dari situ dan pecah, saya mendirikan SAN Travel," kata Hasan.

Membuat perusahaan baru, PO SAN dimulai dari travel dengan armada Isuzu dan Elf dengan sistem antar jemput. Pada tahun 1991, ia mengembangkan perusahaan beralih ke mobil medium dan berikutnya big bus sampai sekarang.

"Kita kini memang sebagai PO yang basicnya dari Bengkulu tapi kendali ada di Jakarta. Sudah tersistem dengan baik," jelas Haji Hasan.

"Kita punya pool di Solo dan Pekanbaru, workshop besar di Bengkulu. Kalau pusatnya SAN tetap di Bengkulu," imbuh dia.

Yang membuat Haji Hasan terdorong untuk membangun bisnis transportasi adalah karena Bengkulu itu membutuhkan transportasi untuk membangun.

Selain itu, ia juga berkesempatan mendapat kontrak dari PT PUSRI dari pabrik di Palembang, lini dua, dan lini tiga di Bengkulu. Ia yang jadi perantara stok file ke kabupaten-kabupaten di Bengkulu.

"Kedua, Bengkulu itu dulu, pegawai-pegawai contoh dari BI kalau mereka dipindah harus boyongan barang sampai tiga truk. Jadi saya melihat peluang itu dan hadirkan armadanya," ujar Haji Hasan.

"Makanya tahun 1977-78 sudah mengajukan pengunduran diri. Saya masuk PNS umur 19 tahun dan umur 23 tahun sudah punya truk tujuh," imbuh dia.

Haji Hasan juga menyebut bahwa kesempatan saat itu masih sangat bagus sekali. Bengkulu terus kedatangan para transmigran dan daerahnya berkembang dari empat menjadi 10 kabupaten yang berefek pada peluang transportasi.

PO SANPenumpang PO SAN (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Ada berapa PO saat tercipta SAN?

"Ada empat PO, tiga PO daerah dan satu dari luar dari Jawa. Pelayanan ke Padang, Lampung, Jambi, Pekanbaru itu dilayani PO lokal Bengkulu," kata Haji Hasan.

"Yang nyeberang dan datang ke Bengkulu satu-satunya dari Jawa itu Giri Indah (cikal bakalnya Agra Mas). Mereka mengangkut para transmigran," dia menambahkan.

"Kita sendiri Bengkulu Indah sudah ke Jawa. Lalu saya bangun lagi PO SAN jadi yang kelima," dia menegaskan.



Simak Video "Kesegaran Kuah Santan Soto Udang, Kuliner Khas Kota Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA