Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Mei 2021 21:21 WIB

TRAVEL NEWS

Meski Ada Varian Baru Corona, Bali Tetap Dibuka untuk Wisman pada Juli 2021

Sui Suadnyana
detikTravel
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di DPRD Bali, Senin (10/5/2021).
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Foto: Sui Suadnyana)
Jakarta -

Pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) dilakukan pada Juli 2021 mendatang. Target itu tetap dipasang meskipun ditemukan varian baru Corona Afrika Selatan dan Inggris di Pulau Dewata.

"Kita masih pegang (rencana itu). Fokus kita di bulan di bulan Juli. Segala sesuatu terkait rencana pembukaan di bulan Juli, termasuk tentang visa tentang pengaturan asuransinya, itu sedang kita bahas," terang Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di DPRD Bali, Senin (10/5/2021).

Beberapa hari lalu, Cok Ace mengaku sempat turun ke lapangan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Saat itu, pembicaraan mengenai pembukaan pariwisata masih ditargetkan sesuai rencana awal.

Bali juga telah menyiapkan zona hijau COVID-19 sebagai persiapan untuk mendatangkan wisman pada Juli mendatang. Terdapat tiga kawasan zona hijau yang disiapkan yakni Ubud Kabupaten Gianyar, Sanur Kota Denpasar dan Nusa Dua di Kabupaten Badung.

Menurut Cok Ace, sejak dahulu pemesan perjalanan ke Bali sebenarnya selalu ada. Hanya saja karena pandemi COVID-19, pemesanan ini tidak tidak seperti dahulu yang bisa dilakukan dari jauh-jauh hari. Saat ini booking dilakukan saat last minute.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan bahwa telah ditemukan dua orang positif yang terinfeksi varian baru mutasi virus COVID-19. Informasi itu Koster didapatkan langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 3 Mei 2021.

"Satu orang mengalami positif akibat penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351. Sedangkan satu orang positif akibat penularan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.1.7," jelasnya.

Hal ini, kata Koster, diketahui setelah beberapa sampel dari orang positif COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Sampel ini dilakukan pengujian oleh Litbangkes Kemenkes.

"Satu orang yang positif COVID-19 dengan varian baru dari Afrika Selatan telah dinyatakan meninggal di RS Sanglah, berasal dari Kabupaten Badung. Korban memang belum mengikuti program vaksinasi," kata dia.

Sementara, satu orang lagi yang positif COVID-19 dengan varian baru dari Inggris dinyatakan sembuh, dalam kondisi sehat dan sudah dipulangkan. Pasien yang berasal dari Kota Denpasar ini telah mengikuti program vaksinasi sebanyak dua kali.

Terkait adanya penemuan dua kasus varian baru corona ini, Koster menginstruksikan Bupati/walikota, camat, kepala desa/lurah, dan bendesa adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat untuk melakukan upaya serius untuk mencegah penyebaran COVID-19.



Simak Video "Kunjungan Wisatawan ke Bali Menurun Drastis!"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA