Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Mei 2021 07:43 WIB

TRAVEL NEWS

Bye Rp 15 Juta! Enggak Ada Lagi Panen Raya buat Sopir Bus karena Larangan Mudik

PO SAN
Sopir PO SAN (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Larangan mudik 2021 membuat perusahaan otobus merasakan tekanan yang begitu berat. Tak hanya itu, para sopir atau pengemudi pun demikian.

Karena, biasanya momen lebaran menjadi masa panen bagi mereka. Biasanya, sopir PO SAN bisa mendapatkan hingga Rp 15 juta di masa lebaran.

"Kalau musim ramai bukan pandemi seperti sekarang ini, dia bisa bawa pulang Pekanbaru-Solo itu sebesar Rp 2,5-3 juta sekali PP. Sebulan kan ada lima PP dikali saja, bisa Rp 15 juta sebulan," kata Kurnia Lesani Adnan, direktur utama PT. SAN Putra Sejahtera (PO SAN).

PO SAN menerapkan gaji per perjalanan. Semakin jauh perjalanannya maka semakin besar gajinya dan di dalamnya ada bonus bila syarat terpenuhi.

"Kalau di SAN ini ada gaji basic per trip. Contoh Bengkulu-Jakarta PP sebesar Rp 550 ribu. Kalau bonus buat pengemudi bus itu dari kita hitung cost, sekali jalan, misal minimal income Rp 5 juta," ujar Sani.

"Sejumlah income itu sudah menutupi cost operasional, maintenance, dan cicilan. Begitu bus pendapatannya lebih dari itu, misal Rp 10 juta berarti ada kelebihan Rp 5 juta, nah 20% dari kelebihan itu dikembalikan ke kru," dia menjelaskan.

Sani menegaskan bahwa gaji para sopir atau pengemudi bus PO SAN terbilang tak terlalu rendah. Namun, bila beruntung dan mendapat banyak penumpang maka bisa mendapat tambahan gaji.

"Itu bonusnya. Jadi kalau gaji, di SAN ini nggak kecil-kecil amat tapi nggak berlebihan. Tapi kalau setiap dia jalan dan rezekinya baik, dia dapat bonus BIP (break in point) tadi, ya Alhamdulillah, bisa Rp 1,5 juta per orang," kata Sani.

"Kalau berangkat dan pulang penuh maka akan ada kelebihan Rp 10 juta kita kembalikan 20% dibagi empat. Bonus itu dibagi proporsional untuk pengemudi dan kenek, pengemudi lebih besar 30+30 buat, 20+20 buat kenek," dia menambahkan.

PO SAN sudah menanggung biaya operasional dan makan tanpa menggangu uang saku sopir atau pengemudi bus. Jadi armada yang jalan meski kosong pun maka mereka akan tetap menerima gaji.

"Jadi hitungan basic itu buat mereka rata-rata Rp 125-150 ribu. Di luar uang makan dan uang jalan ya karena sudah dicover itu dari sisi kesejahteraan," kata Sani.

"Kalaupun nggak memenuhi BIP berarti cuma dapat gaji basic. Mobil kosong pun dapat gaji," kata dia lagi.

Berapa jumlah penumpang PO SAN di masa mudik sebelum pandemi?

"Angkutan lebaran 2018 itu H-7 dan H+7 saya itu mengangkut 26.000 orang. 2019 angkutan lebaran juga, SAN itu mengangkut 29.000 orang dan pada 2020 nol penumpang karena COVID-19," kata Sani.

"Ada penumpang 99 orang, itu angkutan di bulan Maret setelah disebutkan PSBB segala macam itu dan zerolah 2020. 2021 ini penumpang PO SAN akan zero lagi," Sani menjelaskan.



Simak Video "Geber Knalpot di Depan Petugas, Pemudik Ini Diputar Balik"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA