Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Mei 2021 22:43 WIB

TRAVEL NEWS

Work From Bali Diyakini Selamatkan Ribuan Pekerja Pariwisata

Sui Suadnyana
detikTravel
sawah
Ilustrasi wisata Bali (Thinkstock)

FOKUS BERITA

Work From Bali
Denpasar -

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali meminta pemerintah untuk segera merealisasikan program work from Bali. Program tersebut dinilai bakal menyelamatkan ribuan pekerja pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

GIPI Bali pun mendorong sejumlah lembaga negara hingga badan usaha milik negara (BUMN) bekerja dari Pulau Dewata. Apalagi, dalam catatan GIPI Bali, terdapat sebanyak 13 lembaga negara, 30 kementerian, 28 lembaga negara nonkementerian dan 114 BUMN di Indonesia.

"Jika mereka menggelar kegiatan di Bali, maka akan sangat membantu mendorong pergerakan perekonomian di Bali. Venue, profesional conference organizer, event organizer, travel dan juga UMKM akan tergerak. Ribuan pekerja di Bali akan terselamatkan," kata Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (22/5/2021).

Agung Partha mengatakan program work from Bali ini akan digelar di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata, bukan hanya terpusat di Badung dan Denpasar saja. Karena itu, dia mendorong pemerintah pusat segera merealisasikan program tersebut mengingat pergerakan perekonomian di Bali hingga saat ini belum massif.

Agung Parta menuturkan pandemi COVID-19 telah melanda dunia selama lebih dari satu tahun. Bali sebagai daerah tujuan wisata sangat terdampak dibanding dengan daerah lain yang berbasis industri nonpariwisata.

"Sebab, industri pariwisata mengutamakan pada traffic manusia. Sementara pandemi Covid-19 telah memaksa pembatasan traffic manusia. Namun, masalah itu bukan berarti tidak ada solusinya. Setahun lebih, masyarakat Bali telah berlatih dan berusaha untuk 'bersahabat' dengan pandemi COVID-19," tuturnya.

Dalam berkegiatan, baik aktivitas perekonomian maupun sosial dan keagamaan, masyarakat Bali telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat sesuai arahan pemerintah. Pelatihan dan simulasi penerapan kegiatan mengenai cleanliness, health, safety and environment juga sudah berulangkali dilakukan.

"Dengan kata lain, masyarakat Bali sudah siap beraktivitas sambil 'bersahabat' dengan pandemi COVID-19. Pengetahuan, pemahaman dan skill 'bersahabat' dengan pandemi COVID-19 terus meningkat dan ditingkatkan," kata Agung Partha.

Selain itu, program vaksinasi COVID-19 di Bali juga sudah dilakukan secara massif. Vaksinasi telah dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya terbentuknya herd immunity.

Kesiapan masyarakat Bali itu sudah ditunjukkan dengan mulai digelarnya sejumlah aktivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) dengan jumlah peserta terbatas.

"Semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja. Namun pada akhirnya, upaya masyarakat Bali itu harus mendapat support oleh pemerintah. Support itu tidak lagi menekankan pada pemberian subsidi langsung. Tapi, support yang harus mendorong produktivitas dalam berusaha. Sehingga, perekonomian akan bergerak tumbuh, dan harapannya bisa pulih meski COVID-19 sulit untuk berakhir," dia menjelaskan.

Salah satu support yang akan mendorong pergerakan perekonomian, kata Agung Partha, adalah program work from Bali dari kementerian, lembaga negara, lembaga negara nonkementerian dan BUMN.



Simak Video "Sandiaga Klaim Work From Bali Tak Bikin Anggaran Kementerian Boros"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

FOKUS BERITA

Work From Bali
BERITA TERKAIT
BACA JUGA