Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Jun 2021 15:16 WIB

TRAVEL NEWS

Garuda Kembalikan 2 Pesawat Boeing 737-800 NG ke Lessor

Garuda Indonesia meluncurkan desain mask livery (livery pesawat dengan masker) terbaru pada armada B737-800 NG. Masker itu menampilkan motif Barong Bali.
Irfan Setiaputra di depan pesawat Boeing B737-800 NG Foto: Istimewa/Garuda Indonesia
Jakarta -

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia melakukan percepatan pengembalian lebih awal armada yang belum jatuh tempo masa sewanya. Hal ini dilakukan untuk memulihkan kinerja perusahaan.

Langkah strategis tersebut salah satunya ditandai dengan pengembalian dua armada B737-800 NG kepada salah satu lessor pesawat. Adapun percepatan pengembalian tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat, dimana salah satu syarat pengembalian pesawat adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pesawat terkait.

"Percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat. Hal ini merupakan langkah penting yang perlu kami lakukan di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi COVID-19 dimana fokus utama kami adalah penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pasar di era kenormalan baru," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

"Saat ini, kami juga terus menjalin komunikasi bersama lessor pesawat lainnya, tentunya dengan mengedepankan aspek legalitas dan compliance yang berlaku", tutup Irfan.

Garuda sebelumnya sudah melakukan beberapa langkah penyelamatan kinerja usaha. Mulai dari penawaran pensiun dini kepada karyawan, sampai pengurangan gaji direksi dan komisaris.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan bakal memangkas jumlah komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari lima menjadi hanya dua hingga tiga orang.

Menurut Erick, pengurangan jumlah komisaris juga merupakan bagian dari efisiensi agar Garuda Indonesia dapat keluar dari masalah keuangan.



Simak Video "Nusron Wahid Minta Direksi Mati Bila Garuda Indonesia Mati!"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA