Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Jun 2021 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Ternyata Bukan Orang Barat yang Menemukan Antartika Pertama Kali

Peneliti New Zealand di Antartika
Peneliti New Zealand di Antartika (Foto: CNN)
Jakarta -

Menurut penelitian terbaru, bukan orang-orang barat yang menemukan benua Antartika pertama kali. Lalu orang mana yang menemukannya?

Diberitakan CNN, Suku Maori dari New Zealand mungkin telah menemukan Benua Antartika 1.300 tahun sebelum orang Barat. Memang, selama beberapa dekade para sejarawan dan ilmuwan percaya bahwa benua ini pertama kali ditemukan oleh orang Eropa dan Amerika.

Menurut sebuah studi terbaru, orang-orang Maori asli New Zealand sangat mungkin jadi yang pertama melihat lanskap tertutup es abadi itu.

Pelayaran Maori ke benua paling selatan, Antartika, mungkin sudah terjadi sejak abad ke-7. Artinya, rentang waktu ini jauh sebelum orang Eropa datang ke sana pada awal abad ke-19, menurut penelitian yang diterbitkan minggu ini di Journal of Royal Society of New Zealand.

Penampakan daratan Antartika pertama yang dikonfirmasi telah lama dikaitkan dengan ekspedisi Rusia pada tahun 1820, dan catatan pertama seseorang yang melangkah ke Antartika dikreditkan ke penjelajah Amerika pada tahun 1821.

Tapi perjalanan navigator Polinesia ke perairan Antartika mundur lebih jauh lagi yakni ke sekitar 1.320 tahun yang lalu. Tentu, sejarah ini dibayang-bayangi oleh eksplorasi Eropa, kata studi tersebut.

Peneliti New Zealand di AntartikaUkiran Suku Māori dari New Zealand yang secara tradisional menggambarkan pengetahuan astronomi dan navigasi (Foto: CNN)

"Kami menemukan cerita orang-orang Polinesia tentang pelayaran antar pulau termasuk pelayaran ke perairan Antartika oleh Hui Te Rangiora dan krunya di kapal Te Ivi O Atea, kemungkinan pada awal abad ke-7," kata peneliti utama dan ahli biologi konservasi Priscilla Wehi.

Studi ini mengacu pada tradisi lisan dan narasi yang dibagikan dalam komunitas Maori. Dan ukiran Maori menurut para peneliti menggambarkan pengembara dan pengetahuan navigasi dan astronomi.

Para peneliti juga menemukan sejumlah besar 'literatur abu-abu' yang ada. Penelitian itu dilakukan di luar jalur akademis dan bersifat tradisional atau belum diperiksa dengan benar.

"Ketika Anda menggabungkannya, sangat jelas, ada sejarah koneksi yang sangat panjang ke Antartika. Maori berpartisipasi dalam banyak peran berbeda dalam hal Antartika" kata Wehi.

Studi ini menantang prasangka yang umumnya dipegang seputar pengetahuan Maori tentang Antartika, baik dulu maupun sekarang, kata rekan penulis Billy van Uitregt.

"Banyak orang Maori yang bekerja di Antartika sebagai peneliti, berpartisipasi di kapal penangkap ikan New Zealand di Samudra Selatan," katanya.

"Banyak orang Maori memiliki pengalaman hidup seperti ini di daratan dan bentang laut Antartika," dia menambahkan.



Simak Video "Selandia Baru Sukses Tangani COVID-19, Tapi Lambat soal Vaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA