Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Jun 2021 09:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenkes Bakal Evaluasi Program Work From Bali

Sui Suadnyana
detikTravel
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar
Foto: (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal melakukan evaluasi terhadap program work from Bali. Evaluasi perlu dilakukan sesuai dengan perkembangan kasus COVID-19 di Pulau Dewata.

"Nanti kita evaluasi sesuai perkembangan kasus yang terjadi. Kan ini sangat dinamis sekali, tentu evaluasi itu nanti akan kita tentukan pada saat nanti. Terus kita evaluasi," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Jumat (18/6/2021).

Dante mengatakan, pihaknya terus meminta agar Bali dalam keadaan baik. Sebab, cakupan vaksinasi COVID-19 di Pulau Dewata paling tinggi di Indonesia. Angka kejadian COVID-19 juga sudah rendah.

"Kita harapkan ini menjadi salah satu bagian daru wilayah Indonesia coverage untuk kejadian COVID-nya. Mudah-mudahan ini bisa terjaga dengan menerapkan protokol kesehatan. Semoga Bali bisa terjaga dengan baik, kita akan terus mengevaluasi perkembangan-perkembangan yang terus dinamis belakang ini," kata Dante.

Untuk diketahui, program work from Bali ini dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dengan melibatkan kementerian di bawahnya. Sehingga total ada tujuh kementerian serta 10 BUMN yang bakal melakukan work from Bali.

Berbagai kementerian itu di antaranya Kementerian Negeri dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sementara mengenai rencana open border Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman), Dante mengatakan bawa Kemenkes telah mempunyai rumusan standar mengenal hal tersebut.

Nantinya saat wisman tiba bakal diperiksa menggunakan tes PCR atau rapid antigen. Wisman juga harus melakukan karantina selama lima hari. Di hari kelima karantina itu bakal dilakukan evaluasi lagi dengan rapid antigen atau PCR.

"Setelah mereka bebas baru bisa melakukan wisata. Sementara kita prioritaskan (mereka berlibur) pada tiga tempat, yaitu di Sanur, Nusa Dua dan di Ubud. Nanti kalau misalnya itu sudah berjalan dengan baik, baru bertahap ke seluruh Bali," turur Dante.



Simak Video "Sandiaga Klaim Work From Bali Tak Bikin Anggaran Kementerian Boros"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA