Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Jun 2021 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Bandingkan Kawin Kontrak Puncak dengan Las Vegas

ilustrasi kawin kontrak cianjur
Ilustrasi kawin kontrak (Foto: 20detik)
Jakarta -

Praktik wisata kawin kontrak yang terjadi di kawasan Puncak Bogor-Cianjur berhubungan erat dengan dunia prostitusi juga ada di negara lain. Menparekraf Sandiaga Uno membandingkannya dengan praktik yang ada di Thailand hingga Las Vegas.

Kata Sandi, negara tetangga kita, Thailand, sudah beranjak dari praktik itu. Tak hanya itu, Kota Las Vegas di Amerika Serikat juga sudah perlahan meninggalkannya.

"Thailand saja sudah bergerak. Mereka sekarang sudah banyak mengadopsi pariwisata yang Cleanliness, Health, Safety, dan Environment," terang Sandi dalam acara temu wartawan mingguan yang digelar online, Selasa (22/6/2021).

"Las Vegas yang dulu terkenal sebagai pariwisata yang mengandalkan aspek-aspek yang tidak baik itu sekarang sudah bergerak menuju MICE atau meeting, incentive, convention, dan exhibition," imbuh dia.

Langkah nyata yang akan diambil oleh Sandi terkait kawin kontrak ini adalah melakukan koordinasi langsung hingga ke tingkat kecamatan di kawasan Puncak. Sebagai pencegah atau benteng utama, ia akan mematangkan desa wisata di sana.

"Sudah saatnya saya akan bekerja sama dengan bupati dan para camat untuk mengembangkan desa-desa wisata di kawasan Puncak. Karena ini adalah pertahanan kita," ujar Sandi.

"Dengan desa yang unggul yang berkembang berkelanjutan berdaya saing, maka kita akan menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Itu harapan kita bersama," imbuh dia.

Untuk diketahui, perilaku kawin kontrak dijalani oleh turis arab yang memegang visa turis untuk masuk ke Indonesia. Kata Sandiaga, kunjungan turis yang berdomisili Timur Tengah terbilang kecil.

Selanjutnya, turis dari Timur Tengah bukan yang terbanyak

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Siap Gelar World Superbike, Pemerintah: Semua Atlet Harus Sudah Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA