Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Jun 2021 16:16 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga: Kasus Covid di Bali Naik Bukan Gara-gara WFB

Syanti Mustika
detikTravel
Ini Kiat-kiat Sukses Bisnis Kuliner dari Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno tepis penyebab COVID naik di Bali gegara WFB

FOKUS BERITA

Work From Bali
Jakarta -

Kebijakan Work From Bali dituding banyak kalangan sebagai salah satu faktor penyebab kenaikan kasus Corona di Bali. Menparekraf Sandiaga Uno pun membantah isu miring ini.

Kasus Covid-19 di Indonesia sedang mengalami kenaikan yang cukup tajam. Hampir semua daerah besar mengalami lonjakan, termasuk Bali. Dan khususnya Bali, dikatakan bahwa WFB atau Work from Bali lah yang memicu kenaikan kasus ini di Bali.

Dalam Weekly Press Briefing yang diadakan secara virtual, Senin (28/6/2021) Menparekraf Sandiaga Uno membantah tudingan WFB-lah yang membuat kasus Corona meningkat di Bali. Dia mengatakan bahwa kasus meningkat karena transmisi lokal.

"Kami klarifikasi program Work From Bali bukan jadi pemicu peningkatan kasus Covid di Bali. Karena data yang kami dapatkan dari Satgas Covid Bali melonjaknya kasus karena transmisi lokal yang hampir mencapai 84 persen," ujar Sandiaga.

Hal senada juga ditegaskan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Ia menegaskan tidak ada kaitan WFB dengan lonjakan kasus Covid-19 di Bali.

"Terkait munculnya kasus kenaikan baru di Bali tidak ada kaitannya dengan dengan WFB. Itu semua aktivitasnya berasal dari Kabupaten Badung tepatnya di Nusa Dua. Tetapi munculnya kasus justru paling banyak di daerah Denpasar, Gianyar, Buleleng dan Tabanan. Buleleng dan Tabanan ini tidak tersentuh oleh para pelaku perjalanan yang melakukan WFB. Jadi (kenaikan kasus di Bali) sebagian besar itu berada di kabupaten Badung, jadi tidak ada kaitan dengan WFB. Peningkatan kasus juga terjadi di Kabupaten Karangasem yang dimana pelaku WFB yang tidak nyampai ke situ. Oleh karena itu saya tegaskan WFB tidak ada kaitan dengan munculnya kasus di provinsi Bali," ungkap Koster.

Selanjutnya: Kondisi terkini di Bali

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan kondisi terkini Bali. Menurut dia, kondisi pandemi di Bali masih terkendali.

"Munculnya kasus harian di Bali sebenarnya relatif terkendali meskipun berada di kisaran 3 digit tetapi masih berada di kisaran 200-an yang masih dapat kita kontrol. Angka sembuhnya cukup tinggi pada 94% dan yang masuk rumah sakit itu hanya sedikit. Jadi sebenarnya nya mirip-mirip hanya orang flu saja yang dimana beberapa hari kemudian mereka sembuh," ujarnya.

"Kemudian mengenai tiga zona yang sudah divaksinasi 100% yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua ini memang mendapat prioritas untuk untuk divaksinasi. Dan sudah dua kali vaksin di tiga wilayah ini yang bisa dikunjungi sebagai destinasi wisata. Tapi yang saya amati dari para pelaku perjalanan ke dalam negeri yang WFB mereka stay di tempat. Jadi di Kabupaten Badung pun pergi ke destinasi yang ada di Tanah Lot, Ubud dan rata-rata masih melakukan aktivitas di sekitar tempat mereka menginap," jelasnya.

Terkait kondisi ini, Sandiaga pun akan mengevaluasi dan meningkatkan prokes yang ketat ke Bali.

"Kita akan evaluasi program work from Bali. Tapi kami berterima kasih kepada wisatawan domestik, angkanya stabil 8.000 menurut laporan Bandara Ngurah Rai. Kami ingin program ini dilakukan dengan tingkat protokol kesehatan ketat dan disiplin, dengan vaksinasi dan testing," urainya.

"Sesuai Surat Edaran Mendagri, Work From Bali akan dimodifikasi untuk landaikan Covid-19. Kita akan gencarkan program CHSE, sesuai perintah pak Gubernur bahwa dana hibah pariwisata dan percepatan program yang bisa menyentuh masyarakat yang betul-betul membutuhkan," tutupnya.



Simak Video "Sandiaga Klaim Work From Bali Tak Bikin Anggaran Kementerian Boros"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)

FOKUS BERITA

Work From Bali
BERITA TERKAIT
BACA JUGA