Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Jun 2021 18:20 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Kode Registrasi Pesawat, Kenapa Indonesia Itu PK Bukan RI?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.
Kode registrasi pesawat di bagian belakang (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta -

Mari kita mengenal kode registrasi yang tertera di badan pesawat. Juga, kenapa kode pelat Indonesia tidak menggunakan RI tapi malah PK?

Mengutip akun Angkasa Pura I, kode registrasi di badan pesawat seperti pelat nomor kendaraan motor pada umumnya. Namun, skala penomoran atau kode yang digunakan mengacu pada aturan internasional.

"#SahabatAP1, apakah kalian pernah memperhatikan kode yang ada di pesawat sebelum masuk ke dalamnya? Apakah kalian tau artinya? Jika belum, #adminAP1 mau jelasin ke kalian nih," terang AP I dalam unggahan di Instagram resminya baru-baru ini.

"Jadi, kode di pesawat itu semacam pelat nomor kendaraan. Berdasarkan Konvensi Chicago 1944," imbuh dia.

Jadi, tiap pesawat yang terbang di rute domestik maupun internasional harus memiliki kode registrasi. Tiap nomer pelat pesawat terdiri dari beberapa karakter saja, maksimal enam huruf terdiri abjad atau bilangan.

"Tiap pesawat yang melakukan penerbangan harus menunjukkan tanda pengenal, berupa kode yang terdiri dari lima hingga enam karakter dan dipisahkan dengan tanda penghubung," kata AP I.

Karakter huruf atau bilangan atau gabungan keduanya di bagian awal kode registrasi pesawat menunjukkan asal negara dari pesawat-pesawat itu. Selanjutnya, karakter setelah tanda strip merupakan asal maskapai.

[Gambas:Instagram]

Lalu, kode registrasi atau nomer pelat pesawat ini tidak boleh dibubuhi dengan simbol-simbol. Karena, hal itu bisa memengaruhi pembacaan dan penulisannya harus berlawanan dengan cat liveri pesawat.

"Karakter sebelum simbol minus menunjukkan tanda kebangsaan (negara), sedangkan karakter setelah simbol minus menunjukkan tanda pendaftaran (maskapai). Kode harus ditulis dengan huruf roman capital, tanpa ada hiasan apapun yang dapat memengaruhi pembacaan, serta harus diberi warna kontras dan dapat terlihat jelas," terang AP I.

Selanjutnya: Kenapa PK jadi kode registrasi pesawat dari Indonesia, Bukan RI?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penampakan Pesawat Kargo yang Tergelincir di Bandara Yuvai"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA