Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Jun 2021 15:20 WIB

TRAVEL NEWS

Wacana PPKM Darurat Jawa Bali, Belum Ada Pembatalan Pendakian Gunung Rinjani

Femi Diah
detikTravel
View Segara Anak dari puncak Gunung Rinjani
Foto: Getty Images/iStockphoto/Margareta Yuliana
Jakarta -

Wacana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraat (PPKM) darurat untuk menekan laju lonjakan kasus Corona (COVID-19) di Indonesia belum mempengaruhi pendakian Gunung Rinjani. Hingga saat ini, belum ada pembatalan pendakian gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Opsi PPKM darurat menjadi kabar santer di media sosial dan Whatsapp. Kabar itu semakin panas setelah Jubir Menko Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jod Mahardi, membenarkan penunjukan komandan PPKM darurat di Jawa dan Bali kepada Luhut oleh Presiden Joko Widodo.

Bahkan, muncul usulan mengenai skema pemberlakuan PPKM darurat itu. Usulan pertama datang dari Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, kemudian usulan kedua disampaikan Menko Marves Luhut.

Pendakian Gunung Rinjani yang diminati oleh pendaki-pendaki asal Jawa dan Bali belum terpengaruh. Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB, Mirzoan Ilhamdi atau kerap disapa Ming, menyebut belum ada pengumuman apapun dari Taman Nasional Gunung Rinjani.

"Belum ada cancel (pembatalan) pendakian di website sampai saat ini. Taman Nasional Rinjani juga belum mengumumkan apapun terkait PPKM darurat Jawa dan Bali," ujar Ming yang dihubungi detikTravel, Rabu (30/6/2021).

Ming menyebut saat ini pendakian Gunung Rinjani lebih mudah dipantau. Sebabnya, para pendaki harus memesan pendakian melalui situs yang diluncurkan taman nasional. Mereka tidak lagi melayani pendaki yang datang langsung.

Kebijakan itu dibuat setelah ada pembatasan jumlah pendaki untuk mengantisipasi klaster pendakian Gunung Rinjani. Selain harus memesan tempat melalui website, pendaki juga harus menyertakan surat sehat dan bukti negatif Covid-19, berupa hasil tes swab antigen atau swab PCR.

"Kalau mendaki ke Gunung Rinjani, pendaki harus membawa surat keterangan sehat. Biasanya, surat bukti negatif Covid-19 sekaligus dari saat mereka masuk Lombok, baik lewat bandara atau pelabuhan, jadi hanya perlu menyiapkan surat keterangan sehat," kata Ming.

"Merujuk data di situs pemesanan, jalur Sembalun dan Senaru masih menjadi yang favorit sampai saat ini. Empat pintu pendakian lain tetap dibuka dengan kuota 50 persen," dia menambahkan.

Gunung Rinjani merupakan ikon wisata NTB. Gunung dengan tinggi 3.728 mdpl itu merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Gunung tersebut Masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektare.



Simak Video "Alasan 100 Titik ke Jakarta Disekat Saat PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA