Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Jul 2021 22:10 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Imbau Tutup Tempat Wisata & Tunda Event Parekraf

Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengaturan penerbangan internasional dan aturan karantina yang diperpanjang. Sandiaga memahami hal itu merupakan upaya untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Kita juga menyerukan untuk menutup semua destinasi dan menunda semua event parekraf di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini kami pahami tentu pahit untuk seluruh industri dan pelaku parekraf, namun data COVID-19 menunjukkan kedaruratan sehingga kita tak bisa mengambil risiko yang lebih gawat lagi dan harus mengedepankan faktor kesehatan," jelas Sandiaga dalam keterangan tertulis, Minggu (4/7/2021).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi virtual bersama Kemenkomarves pada 3 Juli 2021, terkait Pengaturan Penerbangan Internasional dan Karantina selama PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021.

"Kita berharap kurva kasus COVID-19 cepat turun dan kita bisa segera membuka lagi semua kegiatan parekraf," harap Sandiaga.

Ia menambahkan, guna membatasi angka penularan COVID-19 pihaknya mendukung kebijakan untuk tetap membuka perbatasan baik itu darat, laut, maupun udara namun dengan meningkatkan persyaratan. Dengan begitu siapa saja yang melintas dapat terpantau dan terseleksi dengan baik dan ketat.

Sejumlah persyaratan yang diperketat, di antaranya Warga Negara Asing (WNA) termasuk wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Indonesia harus bisa menunjukkan sertifikat bukti telah divaksin COVID-19, memiliki hasil tes PCR yang masih berlaku, kemudian wajib menjalani tes PCR lagi setelah tiba di Indonesia dan pada hari ke-7 setelah kedatangan, serta dikarantina selama 8 hari sebelum melakukan aktivitas di wilayah NKRI.

Selain itu, WNA yang saat ini ada dan bekerja di Indonesia yang sesuai data Kementerian Luar Negeri berjumlah 225.000 orang, menurut Sandiaga juga perlu diberi akses untuk mendapatkan vaksinasi. Sebab, mereka berkegiatan di wilayah NKRI dan sering melakukan perjalanan wisata domestik di Indonesia.

"Di sisi lain, upaya persiapan perencanaan pembukaan kembali destinasi pariwisata baik di pusat maupun daerah harus tetap berjalan," imbuh Sandiaga.

Ia mencontohkan, rencana pembukaan destinasi wisata Bali yang tetap harus memastikan minimal 3 hal yakni prakondisi vaksinasi harus bertambah hingga 70-80 persen, implementasi CHSE yang harus sudah selesai, serta infeksi baru COVID-19 di wilayah tersebut harus di bawah 100.

"Kita harus tetap menjaga semangat untuk bekerja keras menyiapkan prakondisi tersebut. Oleh sebab itu, kita juga perlu segera mempercepat realisasi salah satunya pelaksanaan program dana hibah pariwisata," ungkap Sandiaga.

(ega/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA