Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 17 Jul 2021 19:43 WIB

TRAVEL NEWS

Studi Temukan Asal-usul Ganja

Femi Diah
detikTravel
Close Up of a Young Hemp or Marijuana Plant Growing in a Nursery Getting Ready to be Planted in a Field
Ilustrasi ganja (Getty Images/grandriver)
Jakarta -

Asal-usul ganja masih diperdebatkan. Seperti pro dan kontra manfaat sebagai obat dan mudarat karena efek halusinasinya usai mengisap ganja.

Pembicaraan tentang ganja selalu membetot perhatian publik. Beberapa orang meyakini ganja merupakan tanaman baik karena memiliki manfaat sebagai obat. Di sisi lain, efek halusinasi yang timbul saat menghisap ganja dinilai kurang oke.

Begitu pula dengan asal-usul ganja, masih menjadi perdebatan.

Dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (17/7/2021), sebuah studi terbaru yang terbit di AAAS menyebut akar ganja berasal dari barat laut China. Itu membantah keyakinan sebelumnya kalau ganja berasal dari daratan Asia Selatan.

Penelitian yang terbit pada 16 Juni itu menemukan bahwa spesies Cannabis sativa kemungkinan muncul dari wilayah barat laut China sejak zaman Neolitikum, 10.000-30.000 sebelum masehi.

Untuk melacak asal usul ganja, tim yang dipimpin oleh para peneliti di Swiss dan China itu mengumpulkan 110 genom utuh. Beberapanya mencakup spektrum tanaman liar, varietas untuk budidaya, varietas hibrida modern dari rami, dan bentuk tanaman ganja psikoaktif dengan tingkat Tetrahydrocannabinol (THC) tinggi.

Studi dilakukan dengan menganalisis empat genom utama yakni yakni Basal cannabis (ganja basal) yang ditemukan di China dan Amerika, Hemp yang menjadi varietas umum, cannabis asal China Selatan, dan ganja obat yang digunakan di berbagai dunia.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa nenek moyang tumbuhan ganja mungkin berasal dari ganja basal yang sudah ada sejak 12.000 tahun yang lalu. Temuan itu bertepatan dengan penanggalan artefak kuno termasuk ditemukannya tembikar dari China selatan, Taiwan, dan Jepang pada periode yang sama.

"Analisis seluruh genom kami menguatkan catatan archaea botanical, arkeologi, dan sejarah yang ada, memberikan gambaran rinci tentang domestikasi Cannabis dan konsekuensinya pada susunan genetik spesies," kata penelitian tersebut.

Jika pernah berkunjung ke Yunnan atau Tibet, Anda mungkin pernah menemukan tanaman mirip ganja yang banyak dibudidayakan masyarakat setempat.

Tanaman tersebut ialah Landrace China, satu-satunya keturunan asli dari tanaman ganja yang dibudidayakan. Sementara itu, ganja liar yang sebenarnya kemungkinan besar sudah punah.

Ganja juga kemungkinan sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat sebelum masehi. Kemungkinan ganja dipakai dalam tekstil, makanan, dan biji minyak sebagai rami. Namun kebenarannya sulit dibuktikan.

Halaman selanjutnya --> Ganja masuk Eropa, India, dan Afrika

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Hendak Edarkan Ganja 1 Kg, Dua Mahasiswa di Makassar Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA