Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Jul 2021 21:36 WIB

TRAVEL NEWS

Paus Tabrak Kapal Nelayan dan Jatuhkan Penumpangnya

Syanti Mustika
detikTravel
A Sperm Whale dives off the coast of New ZealandKaikoura
Ilustrasi paus (Getty Images/oversnap)
Providence, Rhode Island -

Sebuah kapal berlubang setelah ditabrak oleh paus. Untung tidak ada penumpang yang terluka dalam kecelakaan ini.

Diberitakan Fox News, Minggu (18/7/2021) sebuah kapal nelayan harus meminta bantuan setelah bertemu dengan ikan paus di lepas pantai Rhode Island. Menurut saksi, hewan besar itu ikut serta dalam hiruk-pikuk makan ketika menabrak perahu. Akibat tabrakan itu, kapal pun berlubang di sisinya dan mulai terisi air.

Dale Denelle, seorang fotografer dan juga nelayan, menceritakan bagaimana dia melakukan perjalanan di dekat Block Island di Rhode Island ketika dia menerima telepon dari kapal terdekat yang bermasalah. Dia mengatakan bahwa dia sedang menuju ke daerah itu, jadi dia memutuskan untuk melihat apakah dia bisa membantu.

Denelle menjelaskan bahwa mereka menemukan perahu nelayan dengan lubang besar di sampingnya. Kapal tersebut merupakan salah satu dari 40-50 kapal nelayan di kawasan yang berburu ikan tuna.

Sementara paus itu memukul perahu cukup keras untuk merusaknya. Denelle tidak berpikir bahwa hewan itu melakukannya dengan sengaja. Terlepas dari itu, serangan paus itu cukup kuat sampai bisa menjatuhkan seorang penumpang kapal. Untungnya, tidak ada yang terluka dan penumpang itu selamat.

Elektronik kapal juga sempat dinonaktifkan. Untungnya, nelayan lain ada di dekat kapal malang itu dan dapat membantu menutup lubang dan mengirim radio kepada penjaga pantai untuk meminta bantuan.

Denelle menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya dia melihat sesuatu seperti ini. Perahu yang rusak berhasil dikembalikan ke pantai dan tidak ada yang terluka dalam insiden dengan paus tersebut.



Simak Video "Paus Fransiskus Kritik 20 tahun Pendudukan AS di Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA