Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Jul 2021 17:22 WIB

TRAVEL NEWS

Selain Ranjang Antiseks, Atlet Olimpiade Tokyo Juga Dapat Kondom Gratis

Tim detikcom
detikTravel
Kondom gratis untuk atlet.
Foto: (AFP)
Tokyo -

Di tengah penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, Pemerintah Jepang menghadirkan ranjang antiseks hingga kondom untuk para kontingen di Wisma Atlet Tokyo.

Walau sempat tertunda akibat pandemi, nyatanya Olimpiade Tokyo tetap terselenggara tahun ini dengan berbagai aturan ketat. Tak hanya aturan, terdapat juga sejumlah hal tak biasa di Olimpiade kali ini.

Salah satu yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah ranjang 'antiseks' untuk para atlet di Wisma Atlet Tokyo. Jadi, rangka dari ranjang-ranjang ini sepenuhnya memakai 'kardus' daur ulang.

TOKYO, JAPAN - JUNE 20: A general view of the athletes' room replica during press preview of the Village Plaza as part of the Olympic and Paralympic Village media tour on June 20, 2021 in Tokyo, Japan. About a month before the opening ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games, preparations for the games are progressing in various places including the athlete village, however, opponents are continuing protests over the situation of COVID-19 and operation costs. (Photo by Takashi Aoyama/Getty Images)Ranjang antiseks di wisma atlet Tokyo (Photo by Takashi Aoyama/Getty Images)

Spekulasi pun bermunculan, bahwa ranjang tersebut dirancang agar tak ada atlet yang 'seranjang berdua' alias melakukan hubungan seksual.

"Bermunculan rumor bahwa ranjang-ranjang ramah lingkungan ini dirancang untuk ambruk jika dipakai untuk menopang berat badan lebih dari satu orang, guna meredam potensi hubungan seks di tengah-tengah meningkatnya kasus COVID-19," sebut artikel Newsweek.

Terlepas dari kehebohan rumor ranjang 'antiseks' ini, panitia Olimpiade Tokyo 2020 sebelumnya juga sudah menegaskan tetap berencana membagikan seratusan ribu kondom gratis di perhelatan itu.

Bukan untuk langsung dipakai para atlet melainkan sebagai suvenir untuk dibawa saat pulang ke negara masing-masing. Diketahui, hal itu telah menjadi tradisi sejak penyelenggaraan Olimpiade tahun 1988 silam.

"Intensi dan tujuan kami adalah agar atlet tidak menggunakannya di wisma atlet, tapi untuk dibawa pulang dan membangun kesadaran di negara masing-masing," ujar Komite Olimpiade Tokyo seperti dikutip detikTravel dari media Japan Today.

Kontingen Indonesia sendiri telah tiba beberapa waktu lalu di Tokyo dan tengah menjalani persiapan untuk membawa nama baik Indonesia ke Negeri Sakura Jepang melalui sejumlah ajang olahraga.



Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA