Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Jul 2021 16:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Traveler RI yang Ikut Wisata Vaksin ke AS, Sempat Khawatir Tapi Senang

Wisata Vaksin di Amerika Serikat
Ilustrasi wisata vaksin AS (Golden Rama)
Jakarta -

Banyak warga Indonesia yang memilih ke AS untuk mendapat vaksin gratis. Begini cerita pengalaman dari dua traveler yang telah mengikuti wisata vaksin.

Wisata vaksin tengah diminati warga Indonesia. Di sana, traveler bisa mendapat vaksinasi gratis, di antaranya ada Johnson&Johnson, Moderna dan Pfizer. Selain itu, tak hanya vaksinasi, tapi ada paket wisata dengan harga miring.

Salah satu wisatawan, Susana Inggraini Budidjaja mengaku sangat senang dan terkesan dengan pengalaman wisata vaksin ke AS. Dia pun berniat untuk jalan-jalan karena sudah lama berada di rumah.

"Sebenarnya saya mau jalan-jalan karena sudah lama di rumah nggak ke mana-mana, tapi karena ada vaksin jadi saya juga ikut divaksinasi," kata Susana.

Ibu rumah tangga yang berusia 70 tahun ini pun sudah divaksinasi sebelumnya dan dia mendapat vaksin Johnson&Johnson di AS. Susana mengaku tak merasa khawatir.

"Sudah dua kali di vaksin karena saya lansia. Saya tidak pernah merasa khawatir karena hidup saya ada dalam tangan Tuhan yang Maha kuasa," kata Susana.

Susana tak merasa tarif wisata vaksin memberatkan. Dia pun berminat jika ada wisata vaksin di negara lain.

"Kemungkinan bisa ikut kalau boleh divaksinasi lagi karena yang saya tau vaksin itu perlu pengulangan dalam periode setiap 6-7 bulan sekali," kata Susana.

Berbeda dengan Susana, konsultan pajak bernama Viliana Winata memang berniat mengikuti wisata vaksin memang untuk mendapatkan vaksinasi. Dia pun begitu terkesan dengan pengalamannya di AS.

"Acaranya simple, namun kita merasa aman dan nyaman di US, karena duduk di bus yang lumayan besar, jadi kita 'jaga jarak'. Peserta lain pun disiplin prokes, well educated tentang prokes, walaupun di negara orang," kata Vliana.

"Yang utama tujuan kami pergi ke US adalah suntik vaksin untuk anak kami yang berusia di bawah 18 tahun," tambahnya.

Viliana bercerita, sebelum berangkat, dia pergi ke lab untuk tes antibodi kualitatif. Anaknya yang belum divaksinasi antibodinya masih nol.

"Di US enak lho, sebelum vaksin diinfokan harus minum air lalu sudah ada hari dan jam. Tidak antre panjang adalah sangat menyenangkan," katanya.

Dia mengungkapkan rasa khawatir pasti ada, namun Viliana memilih untuk menjalaninya saja. Jika ada wisata vaksin seperti diadakan Golden Rama Tours and Travel di negara lain, dirinya berminat untuk ikut kembali. Baginya vaksin adalah keharusan.

"Vaksin is a must," tambannya.



Simak Video "Kemenparekraf Ungkap Sumber Vaksin yang Dipakai di 'Wisata Vaksin' AS "
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA