Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Jul 2021 17:54 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Sedih Pekerja Wisata di Balik Pesona Hutan Pinus Mangunan

Hutan pinus Mangunan di Bantul
Hutan pinus Mangunan di Bantul, karyawannya bertahan dengan kerja serabutan. (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Perpanjangan PPKM Darurat level 4 berdampak langsung terhadap karyawan hutan pinus Mangunan. Sebagian dirumahkan, mereka yang bertahan tidak dibayar.

Keindahan dan keteduhan kawasan wisata hutan pinus Mangunan, yang berada Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, menyimpan kisah memilukan. Sebanyak 300 dari 700 karyawan dirumahkan. Sisanya, 400 pekerja bertahan namun tidak digaji.

Perawatan hutan pinus Mangunan itu dipegang oleh pekerja yang rela tidak dibayar. Mereka mencari upah dari pekerjaan lain di luar hutan pinus Mangunan. Mereka bekerja serabutan.

"Ketika (tempat wisata hutan pinus Mangunan) tutup, kami yang masih berada di sini berjiwa handarbeni (merasa memiliki). Kami yang merawat, menjaga, dan mengembangkan kegiatan. Itu yang kami lakukan," kata Ketua Koperasi Notowono Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo Purwo Harsono saat ditemui di Kalurahan Mangunan, Kapanewon, Dlingo, Kabupaten Bantul, Rabu (28/7/2021).

Para pekerja yang bertahan melakukan apa saja untuk bisa memperoleh pendapatan. Tapi, mereka yang tidak memiliki keterampilan di luar pelayanan wisata pada akhirnya menganggur.

"Di tempat wisata umumnya yang kami rekrut adalah pengangguran dan petani hutan. Kalau mereka tidak memiliki keterampilan, ya mereka jadi penganggur," ujar pria yang akrab disapa Ipung itu.

"Karena itulah kami harus survive dan mencari solusi dalam keadaan sulit. Jadi kembali ke alam saja, seperti ada yang menjadi tukang dan lainnya untuk mencukupi kebutuhan. Apalagi, cari pekerjaan lain di tengah pandemi kan juga susah," ujar Ipung.

Ipung berharap tempat wisata, termasuk hutan pinus Mangunan, segera dibuka lagi. Dia pasrah keputusan apapun dari pemerintah.

Hutan pinus Mangunan di BantulHutan pinus Mangunan di Bantul Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Ipung optimistis dengan vaksinasi Covid-19 yang masif, potensi pembukaan tempat wisata dalam waktu dekat semakin besar.

"Ini simalakama, urusan penyakit dan ekonomi dua hal yang sangat berbeda. Kalau sudah aman ya secepatnya kalau sudah divaksin. Apalagi CHSE kami sudah punya sertifikat dan semua kelengkapan juga sudah siap," katanya.

"Dan saya kira vaksin itu bagian dari penanganan pandemi. Sehingga ketika vaksinasi sudah 70 persen, akan dibuka secara umum. Harapannya vaksin menjadi salah satu solusi untuk bagaimana bisa hidup normal," Ipung menambahkan.



Simak Video "Celebrity on Vacation: Main ke Rumah Hobbit di Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA