Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 31 Jul 2021 07:07 WIB

TRAVEL NEWS

Beijing Kembali Laporkan Kasus Covid-19 Setelah 179 Hari

A child holds a dinosaur balloon during Childrens Day at a mall in Beijing on Tuesday, June 1, 2021. Chinas ruling Communist Party said it will ease birth limits to allow all couples to have three children instead of two in hopes of slowing the rapid aging of its population, which is adding to strains on the economy and society. (AP Photo/Ng Han Guan)
Ilustrasi Beijing, China (Foto: AP/Ng Han Guan)
Beijing -

Beijing melaporkan kasus Covid-19 pertama setelah 179 hari atau hampir selama enam bulan pada hari Rabu lalu. Pihak berwenang China kini juga berjuang mencegah penyebaran varian Delta yang merebak di Delta Nanjing yang padat penduduk.

Diberitakan CNN, China kembali mencatat 49 kasus baru pada hari Rabu, termasuk 24 infeksi lokal dari tiga provinsi tambahan, menurut Komisi Kesehatan Nasional (NHC). Jumlah total kasus yang terkait dengan cluster baru menjadi setidaknya menjadi 175.

Penghitungan terbaru secara nasional menunujukkan tren penurunan dengan terdapat 86 kasus yang tercatat pada Selasa. Penyebaran virus melintasi perbatasan provinsi memicu kekhawatiran di antara para pemimpin negara itu, setelah lebih dari satu tahun jumlah kasus tergolong rendah dan warga sudah melanjutkan kehidupan sehari-hari.

Kasus baru kedua dilaporkan di Beijing pada Kamis sore. Otoritas kesehatan menggambarkan dua kasus lokal diidap oleh suami dan istri yang baru-baru ini bepergian ke sebuah kota di Provinsi Hunan yang juga dikaitkan dengan wabah terbaru. Kontak dekat pasangan itu telah ditempatkan di karantina.

Virus corona pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China bagian tengah pada akhir 2019, menyebar dengan cepat ke seluruh China dan dunia.

Namun meski menjadi negara pertama yang diserang virus, sejak saat itu China berhasil menahan penyebarannya.

Sejak Maret 2020, angka infeksi tergolong rendah dan ketika ada gejolak sesekali maka dengan cepat dapat diatasi dengan pengujian massal dan pembatasan ketat. Di dalamnya terdapat kebijakan lockdown massal terhadap ratusan juta orang di seluruh negeri.

Wabah saat ini menimbulkan ancaman baru dengan varian Delta yang lebih menular telah diidentifikasi menginfeksi warga di Kota Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu. Kota ini jadi pusat industri dan transportasi utama yang menampung lebih dari 9,3 juta orang.

Kejadian ini juga akan menjadi uji kemanjuran program vaksinasi besar-besaran di China. Sejauh ini pemerintah telah menyuntik lebih dari 1,5 miliar dosis, skala dan kecepatan yang tak tertandingi oleh negara lain mana pun di dunia.

Thailand dan Australia juga terkena serang Covid-19 varian Delta dan saat ini sedang berjuang melawannya. Tetapi negara-negara ini juga berjuang dengan peluncuran vaksinasi yang lambat yang dilanda penundaan dan kekurangan stok.



Simak Video "Pakar China Jelaskan soal 3 Level Proteksi dari Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA