Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Agu 2021 19:11 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga: Bendera Putih Bukan Tanda Perlawanan tapi Isyarat Butuh Bantuan

Putu Intan
detikTravel
Bendera putih menangis PHRI Garut
Pengibaran bendera putih oleh PHRI Garut. Foto: Hakim Ghani/detikcom
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menanggapi fenomena pengibaran bendera putih oleh pelaku pariwisata sebagai kode agar pemerintah membantu mereka. Ini karena kondisi sektor parekraf yang semakin sulit dengan diterapkannya PPKM Level 4.

Sandiaga menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan virtual bersama Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) pada Selasa (3/8/2021). Pada kesempatan itu, Sandiaga mendengarkan keluh kesan para pelaku usaha hotel yang saat ini kehilangan tamu karena kebijakan PPKM.

"Mengenai bendera putih, saya datangi beberapa tempat terutama Garut, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Gunungkidul, Kulonprogo dan lain sebagainya yang mengibarkan bendera putih. Ini bukan tanda perlawanan terhadap kebijakan pemerintah tapi memberikan isyarat mereka perlu bantuan," kata dia.

Menurut Sandiaga, pemerintah baik pusat dan daerah harus hadir untuk mendengarkan keluhan masyarakat. Menurutnya, dari pertemuan yang ia lakukan, tercapai kesepakatan agar hotel dan restoran dapat kembali dibuka.

"Sebagian daerah seperti di Bandung, mencapai kesepakatan ada kelonggaran untuk restoran dan hotel untuk buka dengan protokol kesehatan karena mereka ada CHSE juga. Mereka ada dalam zona yang sudah turun, bukan lagi level 4 tapi level 3," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengingatkan, syarat utama agar hotel dapat kembali beroperasi adalah penerapan protokol kesehatan ketat, di mana hal itu dalam terlihat melalui sertifikat CHSE. Di samping itu, ada juga syarat-syarat prakondisi yang harus dipenuhi Indonesia sebelum membuka kembali sektor pariwisata.

"Jumlah kasus COVID-19 baru harus bisa ditekan dengan positivity rate sesuai standar WHO. Tingkat keterisian rumah sakit di bawah 50 persen, dan kesiapan industri dengan sertifikat CHSE," ia menjelaskan.

"Kalau ini bisa dihadirkan sebagai prakondisi, saya sudah dapat jaminan dari Bapak Presiden (Jokowi), kita akan buka kembali," ia melanjutkan.

Beberapa daerah yang ditargetkan akan menjadi program percontohan pembukaan kembali untuk wisatawan asing adalah Bintan, Batam, dan Bali. Akan tetapi Sandiaga juga mengingatkan bahwa saat ini potensi wisata juga dapat dimaksimalkan dari dalam negeri.

"Kita akan mulai menyentuh di mana sebagai realita baru juga, wisatawan nusantara akan menjadi andalan kita ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, IHGMA mengusulkan sejumlah bantuan yang dapat diberikan pemerintah untuk perhotelan saat ini. Hal itu mencakup relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, relaksasi pembayaran pajak, bantuan tunai untuk pekerja pariwisata, transparansi dalam program repatriasi, dan menyediakan informasi yang jelas untuk tamu lokal dan internasional.



Simak Video "Siap Gelar World Superbike, Pemerintah: Semua Atlet Harus Sudah Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA