Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Agu 2021 10:40 WIB

TRAVEL NEWS

Nagasaki Peringati 76 Tahun Tragedi Bom, Jepang Serukan Larangan Nuklir

bonauli
detikTravel
CHICAGO - AUGUST 03:  Josh Nelson looks at an informational panel describing the aftereffects of the A-Bomb at an exhibit titled
Nagasaki dibom atom Amerika Serikat (Istimewa)
Nagasaki -

Ingatan Nagasaki tentang bom nuklir tak juga pudar. Sudah 76 tahun berlalu, tragedi bom ini mengingatkan kita akan bahayanya bom nuklir.

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima-Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Bom ini menjadi episode terakhir dalam Perang Dunia II.

Bekas luka ini begitu nyata dirasakan oleh warga Jepang. Hanya dalam hitungan menit, Kota Nagasaki rata dengan tanah. Ada sekitar 74.000 orang yang tewas. Tiga hari kemudian, Hiroshima mengalami hal yang serupa.

Dilansir dari AFP, para penyintas dan beberapa pejabat asing berdoa dalam hati pada pukul 11.02 waktu setempat, waktu ketika senjata nuklir kedua - dan terakhir - yang digunakan pada masa perang, dijatuhkan ke kota Nagasaki.

Dalam peringatan tahun ini, jumlah orang yang hadir jauh lebih sedikit karena pembatasan virus Corona. Sebelumnya pada hari Jumat (6/8) waktu setempat di Hiroshima, Jepang memperingati 76 tahun sejak AS menjatuhkan bom atom pertama di dunia, yang menewaskan sekitar 140.000 orang.

Seremoni ini adalah yang pertama sejak perjanjian internasional yang melarang senjata nuklir mulai berlaku tahun lalu. Wali Kota Nagasaki menyerukan komunitas global untuk membentuk perjanjian larangan nuklir baru.

"Para pemimpin dunia harus berkomitmen pada pengurangan senjata nuklir dan membangun kepercayaan melalui dialog, dan masyarakat sipil harus mendorong mereka ke arah ini," kata Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue.

Perjanjian internasional itu belum ditandatangani oleh negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir. Namun, para aktivis percaya itu akan memiliki efek jera secara bertahap.

Jepang juga belum menandatanganinya, dengan mengatakan perjanjian itu tidak punya arti tanpa persetujuan dari negara-negara bersenjata nuklir.

"Sebagai satu-satunya negara yang menderita bom atom selama perang, adalah misi kami yang tidak berubah untuk terus memajukan upaya masyarakat internasional, selangkah demi selangkah, menuju perwujudan dunia yang bebas dari senjata nuklir," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam seremoni tersebut.



Simak Video "Abdul Qadeer Khan, Pelopor Senjata Nuklir Pakistan Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA