Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Agu 2021 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Selandia Baru Perlahan Buka Perbatasan Awal 2022

WHAKATANE, NEW ZEALAND - DECEMBER 10: New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern meets with first responders at the Whakatane Fire Station on December 10, 2019 in Whakatane, New Zealand. Five people are confirmed dead and several people are missing following a volcanic eruption at White Island on Monday. (Photo by Dom Thomas/Radio NZ - Pool/Getty Images)
PM Jacinda Ardern (Foto: Getty Images/Pool)
Wellington -

Selandia Baru akan membuka gerbang bagi para traveler. Namun, hanya yang sudah divaksinasi dan dari negara-negara berisiko rendah yang boleh masuk pada awal 2022 nanti.

Diberitakan CNN, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan rencana itu pada hari ini, Kamis (12/8/2021). Selama ini, Selandia Baru merupakan negara yang sangat ketat terkait kebijakan penutupan perbatasan.

Dalam pidato pada hari Kamis pagi, Ardern mengatakan pemerintah Selandia Baru akan meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Aksi ini dalam persiapan untuk pembukaan kembali secara bertahap.

"Tujuan utama kami adalah untuk mendapatkan perjalanan bebas karantina untuk semua wisatawan yang divaksinasi. Dan apa yang dapat Anda lihat mulai hari ini adalah arah dan ambisi kami jelas," kata Ardern.

"Tapi kami sama sekali tidak dalam posisi untuk kembali seperti sebelumnya sepenuhnya," dia menambahkan.

Selandia Baru jadi salah satu negara dengan tingkat infeksi Covid-19 terendah di antara negara-negara maju lainnya. Dalam populasi hampir 5 juta orang, hanya ada kurang dari 3.000 kasus dan 26 kematian.

Dalam pidatonya, Ardern mengaitkan tingkat kasus yang rendah dengan keputusan untuk menutup perbatasan Selandia Baru untuk semua non-penduduk pada bulan Maret 2020. Negeri Kiwi telah memberlakukan aturan karantina wajib 14 hari, membatasi masuknya warga negara sejak April 2020.

"Jika Selandia Baru terpukul sekeras Inggris atau Amerika Serikat, maka hampir 10.000 warga Kiwi akan mati," kata Ardern.

Tetapi kontrol karantina tanpa kompromi juga telah membuat Selandia Baru relatif terisolasi dan koneksinya terputus dari seluruh dunia. Ardern tampaknya mengakui itu.

"Kita tidak bisa menjaga pembatasan ketat di perbatasan selamanya, dan jelas tidak ingin melakukan itu juga. Penutupan perbatasan hanya langkah sementara untuk mengantisipasi Covid selagi vaksin dikembangkan dan dikelola," kata Ardern.

"Selama bukti ilmiah menunjukkan kita dapat dengan aman beralih pertahanan dari pembatasan di perbatasan dengan baju besi individu, vaksin, maka itulah arah yang akan kita tuju," dia menambahkan.

Sebagai bagian dari pembukaan kembali, Ardern mengumumkan Selandia Baru akan mengimplementasikan sistem berbasis risiko berjenjang untuk memasuki negara tersebut sejak awal 2022.

"Pendekatan yang cermat mengatakan tidak akan ada nol kasus. Tapi ketika ada satu kasus di suatu komunitas maka kami akan menghancurkannya," kata Ardern.

"Ini adalah cara terbaik kami untuk mempertahankan kehidupan normal sementara. Kami memantau perkembangan Covid-19 dalam enam bulan ke depan," kata dia.

Menurut pernyataan pemerintah Selandia Baru, di bawah sistem baru, traveler yang sudah divaksinasi dan datang dari negara-negara berisiko tinggi masih harus dikarantina di fasilitas yang dikelola selama 14 hari.

Tapi, jika traveler dari negara-negara risiko menengah dapat mengurangi karantina atau diizinkan untuk mengisolasi mandiri. Dan bila datang dari negara-negara berisiko rendah akan diizinkan tanpa harus karantina.

Selandia Baru belum mengumumkan negara mana yang masuk dalam klasifikasi risiko rendah, sedang atau tinggi. Indonesia masuk dalam risiko sangat tinggi saat ini.



Simak Video "Selandia Baru Haruskan Guru-Nakes Divaksinasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA