Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 14 Agu 2021 13:30 WIB

TRAVEL NEWS

Banding-banding Vaksin AstraZeneca dengan Sinovac, Mana yang Lebih Bagus?

Tim detikcom
detikTravel
Petugas tenaga kesehatan memberikan vaksin Astrazeneca kepada warga di kawasan RW 01 Sunter Agung dan Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (24/5/2021). Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 resmi disetop. Namun Vaksin AstraZeneca selain batch CTMAV547 tetap digunakan dalam program vaksinasi nasional.
Ilustrasi vaksin (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Baru-baru ini mencuat isu tentang vaksin AstraZeneca dibandingkan dengan vaksin Sinovac. Daripada bingung, kenali kelebihan dan kekurangan dari kedua vaksin.

Vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca memang memiliki banyak perbedaan, ya traveler. Termasuk, teknologi yang dipakai pun berbeda.

Meski begitu, kedua vaksin tersebut sudah terbukti menunjukkan efektivitas dalam melawan infeksi virus Corona COVID-19. Selain itu, aspek keamanannya pun telah dibuktikan dalam uji klinis.

Dihimpun detikTravel, berikut plus minus dari kedua vaksin di atas:

Efikasi vaksin

Vaksin Sinovac

Dari hasil uji klinis tahap 3 di Bandung, vaksin Siovac menunjukkan efikasi atau perkiraan efektivitas vaksin sebesar 65,3 persen dalam mencegah COVID-19. Persentase itu didapat berdasarkan uji coba kepada 1.600 orang di Bandung.

Anggota kepolisian berjaga di dekat Envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Sedikitnya 8 juta dosis dalam bentuk bulk vaksin Sinovac pada tahap ke-13 tersebut tiba di Bio Farma untuk diproses dan didistribusikan guna mempercepat rencana vaksinasi sedikitnya 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia untuk mempercepat kekebalan komunal terhadap COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.Anggota kepolisian berjaga di dekat Envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Sedikitnya 8 juta dosis dalam bentuk bulk vaksin Sinovac pada tahap ke-13 tersebut tiba di Bio Farma untuk diproses dan didistribusikan guna mempercepat rencana vaksinasi sedikitnya 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia untuk mempercepat kekebalan komunal terhadap COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI

Vaksin AstraZeneca

Berdasarkan laporan terbaru, vaksin AstraZeneca disebut 76 persen efektif dalam mencegah kasus COVID-19 bergejala. Selain itu, AstraZeneca juga menyebut vaksin Corona buatannya 100 persen efektif mencegah penyakit parah karena COVID-19 dan rawat inap.


Efek samping vaksin

Vaksin Sinovac

Sekretaris Eksekutif Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dr dr Julitasari Sundoro, MSc-PH, mengatakan bahwa efek samping vaksin Sinovac tidaklah berbahaya dan masih bersifat ringan.

"Misalnya efek samping lokal. Jadi nyeri pada tempat suntikan. Kita kan namanya dimasukin jarum, dimasukkin vaksin, berarti ada reaksi lokal," kata dr Julitasari.

"Ada juga reaksi sistemik, misalnya pegal-pegal kemudian demam ringan. Tapi itu sangat kecil karena vaksin yang tiba ini adalah vaksin yang inactivated, vaksin yang mati. Jadi efek sampingnya itu jauh lebih kecil dari vaksin-vaksin lain yang live attenuated atau vaksin-vaksin hidup," dia menambahkan.

Australia Ubah Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca Menjadi 60 Tahun ke AtasAustralia Ubah Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca Menjadi 60 Tahun ke Atas Foto: ABC Australia

Vaksin AstraZeneca

Dikutip dari laman GOV.UK, sebagian besar efek samping yang dihasilkan dari vaksin AstraZeneca masih dalam kategori ringan-sedang. Di antaranya sebagai berikut.

Sangat umum (mempengaruhi lebih dari 1 dari 10 orang)

Nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan
Merasa tidak enak badan
Menggigil atau demam
Sakit kepala
Mual
Nyeri sendi atau nyeri otot.

Umum (mempengaruhi 1 dari 10 orang)

Bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan
Demam
Muntah atau diare
Radang tenggorokan
Pilek atau batuk
Menggigil.

Jarang (mempengaruhi 1 dari 100 orang)

Nafsu makan menurun
Sakit perut
Kelenjar getah bening membesar
Keringat berlebih
Kulit gatal atau ruam.
Mana yang lebih diterima?

Mengutip WHO, ada sejumlah vaksin yang telah disertifikasi oleh badan kesehatan terbesar di dunia itu. Antara lain vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneza (2 vaksin), Johnson and Johnson, Sinopharm serta Sinovac yang awal Juni ini diakui untuk penggunaan darurat.

Hanya saja, tidak semua negara menerima orang yang divaksin Sinopharm atau Sinovac buatan China. Contohnya seperti Amerika dan sejumlah negara lainnya.



Simak Video "Bantuan Vaksin AstraZeneca dari Pemerintah Australia Tiba di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA