Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Agu 2021 22:08 WIB

TRAVEL NEWS

Imbas PPKM, Pelaku Wisata Carita: Buat Beli Nasi Saja Susah

Putu Intan
detikTravel
Pantai Carita
Suasana Pantai Carita sepi wisatawan. Foto: Putu Intan/detikcom

FOKUS BERITA

Anyer Mati Suri
Serang -

Pelaku wisata dan pedagang di Pantai Carita harus menelan pil pahit karena kondisi pantai yang sepi imbas PPKM Level. Pendapatan mereka menurun hingga sulit memenuhi kebutuhan.

Sebelum pandemi COVID-19, Pantai Carita selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama di masa-masa libur hari besar nasional. Ratusan kendaraan dan bus pariwisata terparkir di sana, bahkan tak jarang pula sampai menimbulkan kemacetan.

Akan tetapi saat ini roda berputar 180 derajat. Suasana Pantai Carita begitu lengang ketika detikcom melancong ke sana beberapa waktu lalu.

Salah satu penyewa kapal dan permainan air di Pantai Carita, Tamun, bercerita saat ini ia kepayahan mencari uang. Sehari-hari ia menawarkan permainan seperti banana boat, ban donat, hingga jet ski tapi tak ada yang menyewanya.

"Kalau dulu banana boat bisa jalan 2-3 kali. Kalau hari ini baru sekali. Kadang juga nggak ada sama sekali," kata dia.

"PPKM ini perpanjang lagi, perpanjang lagi. Orang-orang di sini nggak bisa makan, sepi pengunjung,"sambungnya.

Tamun berharap pandemi COVID-19 ini segera berakhir. Ia mengaku sudah mendapatkan vaksinasi akan tetapi ia tak merasakan dampaknya kepada perekonomian. Pantai tetap saja sepi karena PPKM masih dilakukan.

"Ingin-nya aman. Jangan ada larangan. Kalau ada larangan di sini sepi. Nggak bisa beli nasi, susah. Kalau gini nggak bisa makan. Rakyat kecil mah payah (kesusahan)," ujarnya.

Nasib serupa juga dirasakan Tehwiyah, satu-satunya pedagang yang membuka kiosnya saat itu. Meskipun seluruh kios tutup, ia tetap berjualan makanan dan pakaian di sana.

"Ibu mikirnya kalau di rumah mau makan apa? Siapa tahu ada wisatawan datang. Kalau malam-malam semua nggak ada yang buka, ya bisa larinya ke kios Ibu," paparnya.

Tehwiyah mengatakan saat ini memang sangat susah untuk mencari pemasukan. Bila sebelum COVID-19 jualannya bisa laku hingga terkumpul uang Rp 500 ribu sehari, saat ini seperempatnya saja tidak sampai.

"Sekarang palingan dapat Rp 100 ribu, kadang Rp 50 ribu. Cuma cukup untuk makan dan jajan anak. Nggak bisa dipakai modal jualan lagi," katanya.

Ia juga mengharapkan yang sama seperti Tamun. Ia ingin kondisi kembali normal dan wisatawan ramai lagi berlibur di Pantai Carita.

"Ingin-nya PPKM sudah nggak ada. Musibah sudah nggak ada. Mudah-mudahan COVID-19 ini berakhir," imbuhnya.



Simak Video "Sepinya Pantai di Kawasan Anyer Saat PPKM Diberlakukan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)

FOKUS BERITA

Anyer Mati Suri
BERITA TERKAIT
BACA JUGA