Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Agu 2021 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Dear Diary, Inilah 'Buku Harian' Mammoth

bonauli
detikTravel
proyek mammoth park
Ilustrasi mammoth (dok. Thinkstrock)
Jakarta -

Gajah purba yang satu ini begitu menarik perhatian meski sudah punah. Penelitian terbaru mengungkapkan gajah ini sudah menjelajah dengan area yang luas.

Dilansir dari BBC, para ilmuwan telah menganalisa zat kimia yang tersimpan di dalam gading seekor mammoth. Ternyata gading punya kaitan dengan perjalanan gajah purba.

Penelitian terbaru dari tim internasional yang diterbitkan di jurnal ilmiah Science menunjukkan bahwa mammoth dapat menempuh jarak yang setara dengan mengelilingi bumi dua kali.

Mammoth berbulu adalah sepupu dari gajah modern. Mereka berkeliaran di garis lintang utara selama periode prasejarah yang disebut pleistosen.

"Tidak jelas apakah perjalanan-perjalanan ini adalah migrasi musiman, tapi ia merambah area yang sangat luas," kata peneliti utama Dr Matthew Wooller, dari University of Alaska Fairbanks.

Gading mammoth memiliki lingkaran pohon yang dapat mencatat informasi tentang sejarah kehidupannya.

"Ia mengunjungi banyak tempat di Alaska selama masa hidupnya, yang sangat menakjubkan kalau Anda memikirkan seberapa besar wilayah itu," kata dia.

Di dalam gading mammoth terdapat zat kimia yang berfungsi sebagai penanda pada peta. Sehingga menjadi petunjuk tempat-tempat yang pernah didatanginya.

Dengan menggabungkan dua hal ini, para peneliti dapat menelusuri sejarah perjalanan seekor mamut jantan yang hidup 17.000 tahun lalu di Alaska. Jasadnya ditemukan di dekat pegunungan Brooks Range di bagian utara negara itu.

"Sejak hari mereka lahir sampai hari mereka mati, mereka punya buku harian dan itu tertulis di gading mereka," kata peneliti lainnya Dr Pat Druckenmiller, direktur University of Alaska Museum of the North.

Mammoth terus menambahkan lapisan baru ke gading mereka sepanjang hidup mereka. Ketika gading dibelah penurut panjangnya, pita pertumbuhan ini akan tampak seperti tumpukan corong es krim. Ini akan menunjukkan catatan kronologis keberadaannya.

"Alam biasanya tidak menawarkan catatan yang lengkap dan mudah dibaca tentang kehidupan individu," dia menambahkan.

Para peneliti menelusuri perjalanan gajah purba dengan mempelajari berbagai jenis atau isotop dari unsur kimia stronsium dan oksigen yang tersimpan di dalam gading sepanjang 1,5 meter. Ini kemudian dicocokkan dengan "peta" yang memprediksi variasi isotop di seluruh Alaska.

Mereka menemukan bahwa mammoth telah menjelajahi 70.000 km lanskap Alaska selama 28 tahun hidupnya di planet ini. Sementara, satu kali keliling bumi saja adalah 40.000 km.

Studi ini menawarkan petunjuk tentang kepunahan mammoth. Bagi hewan yang berkeliaran di area yang sangat luas, perambahan hutan ke habitat padang rumput di akhir zaman es akan memberi tekanan yang membatasi seberapa jauh mereka bisa berkeliaran mencari makan. Hal itu juga membuat mereka lebih rentan diburu predator.



Simak Video "Gempa M 8,2 Guncang Alaska, Berpotensi Tsunami!"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA