Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Sep 2021 19:44 WIB

TRAVEL NEWS

Malioboro Mulai Ramai, Pemkot Percepat One Gate System

Heri Susanto
detikTravel
Malioboro
Foto: Ilustrasi Malioboro (Pradito Rida Perdana/detikcom)
Yogyakarta -

Pemkot Yogyakarta berencana mulai menerapkan skema one gate system, atau sistem satu pintu masuk pada akhir pekan mendatang. Hal tersebut, sebagai upaya untuk mengantisipasi keramaian kawasan Malioboro yang sudah mulai, di akhir pekan lalu.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan, sesuai rencana, sistem satu pintu sejatinya baru diterapkan selepas berakhirnya massa PPKM nanti.

"Tapi karena kondisi saat ini di Malioboro yang sudah mulai ramai, Minggu depan, akan mulai kami simulasikan," kata Heroe, Rabu (1/9/2021).

Sebagai informasi, melalui one gate system, wisatawan yang masuk ke Kota Yogyakarta diwajibkan singgah lebih dulu ke Terminal Giwangan, untuk menjalani skrining menyeluruh. Mulai dari sertifikat vaksinasi, maupun surat tanda bebas COVID-19, baik hasil PCR, atau antigen negatif. Kemudian, bus yang sudah lolos skrining, memperoleh tanda khusus dari petugas, yang jadi syarat masuk objek wisata, dan tempat khusus parkir.

"Jadi, one gate system sedang kita kaji, kita mungkin akan segera menerapkan, pada weekend, atau minggu-minggu depan ini, supaya kita bisa antisipasi kalau terjadi ramai-ramai seperti kemarin," katanya.

Heroe mengakui, penyekatan yang mulai dilonggarkan di beberapa ruas jalan menuju Kota Yogyakarta, membuat kawasan Malioboro kembali bergeliat. Walau begitu, ia berdalih, sebagian besar pengunjung yang memadati Malioboro pekan lalu, adalah masyarakat lokal.

Ia tak menampik, terdapat beberapa rombongan wisatawan dari luar daerah yang berupaya masuk ke kota pelajar. Hanya saja, Wawali memastikan, petugas tetap disiagakan untuk menginstruksikan putar balik.

"Warga DIY itu yang memenuhi, meski ada beberapa, ya, rombongan (luar daerah), tapi mereka tidak bisa parkir di seputar Kota Yogyakarta, karena (TKP) Abu Bakar Ali, lalu Senopati dan Ngabean masih ditutup," ujarnya.

"Sebetulnya, kalau pemeriksaan secara acak itu sekarang masih kita lakukan. Intinya, siapapun yang masuk ke Kota Yogyakarta, wajib membawa kartu vaksin dan hasil test nefatif Covid-19," lanjut Wakil Wali Kota.



Simak Video "Syarat Jalan-jalan Sehat di Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA