Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Sep 2021 12:33 WIB

TRAVEL NEWS

Redam Revenge Tourism, Venesia Akan Terapkan 'Pajak Turis'

Syanti Mustika
detikTravel
Kanal di Venesia
Ilustrasi wisata Venesia (Getty Images/iStockphoto/bluejayphoto)
Jakarta -

Venesia kebanjiran turis sejak gerbang negara dibuka. Mereka pun mengambil kebijakan dimana turis yang datang harus membayar 'uang masuk'.

Diberitakan Traveller, Senin (6/9/2021) Venesia kembali dipadati turis setelah hampir dua tahun tak ada pergerakan sama sekali dalam wisatanya. Ternyata, timbul lagi masalah baru terkait wisatawan yang membuat sesak Venesia; revenge tourism atau pariwisata balas dendam.

Hotel-hotel melaporkan tingkat hunian yang bagus, juga jalan-jalan sempit dipenuhi oleh wisatawan. Serbuan wisatawan ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana cara Venesia mengendalikan ambisi liburan ini?

Pejabat di Venesia mengusulkan membangun pintu putar seperti yang ada di bandara. Ini memungkinkan pihak berwenang bisa menutup kota jika jumlahnya sangat banyak.Tapi, gagasan itu tidak ditanggapi serius.

Nah, cara ini yang tampaknya lebih diminati.

Nantinya, hanya wisatawan dengan aplikasi khusus dan kode QR yang dapat melewati pintu putar, mirip dengan yang terlihat di stasiun kereta api atau resor ski.

"Untuk datang ke Venesia, Anda harus melakukan pemesanan," kata Luigi Brugnaro, wali kota Venesia.

"Kami tidak bisa terus menerima turis dalam jumlah besar. Venesia adalah kota kecil dan sangat rentan. Jumlah pengunjung harus sesuai dengan ukuran Venesia. Jika tidak ada ruang, Anda tidak akan bisa masuk," dia menambahkan.

Pengunjung yang menginap setidaknya satu malam di sebuah hotel di Venesia akan diberikan kode QR secara otomatis, bahwa mereka telah membayar tarif semalam yang dikenakan oleh kota.

Tetapi siapa pun yang ingin mengunjungi Venesia hanya untuk hari itu, seperti yang telah dilakukan jutaan orang dari seluruh dunia selama bertahun-tahun, maka dia harus memiliki aplikasi dan kode QR di ponsel mereka.

Dan mereka harus membayarnya €3 (Rp 50 ribuan) per orang selama musim sepi, €10 (Rp 169 ribu) per orang selama periode sibuk seperti bulan Paskah dan musim panas. Pihak berwenang menyebutnya sebagai "kontribusi untuk mengakses" tetapi sebenarnya itu adalah pajak turis.

Jika kota diserbu oleh terlalu banyak day tripper, maka tidak ada lagi akses yang akan dijual dan pintu putar akan ditutup. Pintu putar uji coba akan segera dipasang dan sistem diharapkan dapat beroperasi pada musim semi berikutnya.

Halaman berikutnya >>> Terbantu bentang alam

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ini Daftar 6 Negara yang Diperbolehkan Masuk Bali 14 Oktober Nanti"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA