Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Sep 2021 09:56 WIB

TRAVEL NEWS

Tamu Nginap Nggak Bayar, Harga Kopi di Puncak Digetok Rp 100 Ribu

Tim detikcom
detikTravel
Suasana Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di kawasan Masjid At Tawun, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/11/2017). Rencananya Pemerintah Kabupaten Bogor akan menertibkan ratusan kios PKL Liar sepanjang jalur raya puncak bogor dalam waktu dekat. Hal tersebut akan direalisasikan setelah kios penampungan PKL yang berada dikawasan Cisarua yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sudah bisa ditempati. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi pedagang di Puncak. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pedagang di Puncak menggetok harga untuk secangkir kopi sampai Rp 100 ribu. Sebabnya ternyata turis menginap di warungnya tapi tidak bayar.

Marak kabar yang menyebut bahwa pedagang di Puncak, Bogor menggetok harga ke wisatawan. Beberapa kali ada insiden getok harga yang muncul ke sosial media dan viral. Pedagang di sana membela diri dengan menyebut bahwa justru para tamu atau wisatawan juga nggak tahu diri.

Hal di atas disebutkan oleh seorang pedagang yang menyebut dirinya Koordinator Pedagang Puncak Bogor, Dadang Sukendar. Ia menyebut dirinya sendiri yang menyelesaikan masalah itu karena sempat viral di YouTube. Lalu kenapa sampai dibilang wajar dan tamunya nggak tahu diri?

"Masalah harga itu perlu dipahami, dikaji misalkan. Ada yang dibilang wajar, ada yang dibilang kurang ajar," kata dia.

"Misalkan kopi bisa sampai Rp 100 ribu satu gelas karena mereka nginep di warung semalaman. Warung itu bukan penginapan atau vila," terang dia dengan ketus.

Dadang mengakui bahwa harga yang paling wajar seharga Rp 20 ribu. Ia sudah membandingkan harga di Puncak dengan harga di beberapa destinasi wisata, seperti Situpatenggang, Pangandaran, Pelabuhan Ratu dan bila ada yang tak sesuai maka akan ditindak tegas.

"Kami juga selaku koordinator yang ambil tindakan tegas untuk kebaikan anggota kami juga dan ke pemda. Jangan sampai di tempat wisata akhirnya heboh dengan laporan-laporan yang tidak jelas," terang Dadang.

Lalu, warung mana yang bikin heboh sampai mematok harga hingga Rp 100 ribu? Ia tak menjawab secara terperinci namun mengimbau wisatawan untuk sadar diri ketika berkunjung.

"Kebanyakan emang bapak selaku koordinator juga pedagang, banyak tamu yang nggak tau diri. Istilahnya jajan Rp 50 ribu warung dipakai nginep semalaman. Itu kasian yang punya warung," terang dia.

"Seluruh masyarakat Indonesia perlu tahu. Ya menurut bapak kalau pengin murah. Udah makan di rumah, minum di rumah jangan makan ke tempat wisata kalau untuk merugikan orang-orang, menjatuhkan wisata kuliner Puncak," tegas dia.

"Terus terang aja. Lebih baik diem di rumah kalau tidak punya duit. Jangan main ke tempat wisata," imbuh Dadang meradang.

Berikut 10 berita terpopuler detik Travel, Kamis (9/9/2021):



Simak Video "Macet di Jalur Puncak Masih Terjadi Meski Ada Ganjil Genap"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA