Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Sep 2021 11:08 WIB

TRAVEL NEWS

Wujudkan Mimpi, Dua Sejoli Bertualang Keliling Indonesia

Putu Intan
detikTravel
Bang Den dan Kak Beda dari Roadtrip Indonesia
Bang Den dan Kak Beda. Foto: Instagram @roadtripindonesia

Minim modal tapi sanggup bertahan berkat kebaikan masyarakat

Sebelum memulai perjalanan, Bang Den mempersiapkan kendaraan yakni mobil Ford Everest 2004. Mobil itu diperbaiki sehingga mampu menempuh perjalanan panjang.

"Kita bisa perbaiki cuma kan waktu itu tabungan kita sangat terbatas, yang bisa kita perbaiki, kita perbaiki. Kita tidak bisa menunggu sempurna juga kondisi mobil. Mobil dalam kondisi nyicil, kita jalan itu bawa utang," kenangnya.

Dengan tabungan seadanya, keduanya mulai berangkat. Bang Den menjelaskan konsep perjalanan mereka memang survival. Artinya, mereka akan mencari uang sambil berjalan.

"Kita bukan tipe orang yang punya tabungan sebanyak itu. Kita coba bikin kaos donasi. Nanti kalau mentok-mentok, kita jualan kaos," kata dia.

[Gambas:Instagram]



Salah satu sumber pemasukan mereka adalah berjualan kaos bertuliskan Roadtrip Indonesia. Kaos ini dijual melalui media sosial mereka.

"Kita sudah mengerti perjalanan ini akan sampai di titik nadir. Perjalanan ini sangat mungkin kita kehabisan dana yang betul-betul habis. Kita sudah siap untuk itu," ujarnya.

"Kita punya keyakinan pasti ada solusinya. Mobil pasti ada satu titik kerusakan-kerusakan yang cukup parah mungkin, itu kita sudah kami pikirkan dari awal. Tapi kami punya keyakinan pasti ada solusinya," ia melanjutkan.

Perjalanan keduanya dimulai dari Jakarta menuju Sabang di Aceh. Selama berada di Aceh, Bang Den menceritakan betapa ia terkaget-kaget. Pasalnya, ekspektasinya sungguh berbeda dengan kondisi di sana.

"Aceh dulu bayangan kita konflik, GAM, sampai kami takut ke sana. Tapi di sana justru kita rasakan paling nyaman. Beda sekali. Pemandangan alamnya juga banyak yang tidak terekspos dan masih natural. Kami cukup betah di sana," ia memaparkan.

[Gambas:Instagram]



Kebaikan dan keramahan masyarakat juga mereka dapatkan di Nusa Tenggara Timur. Terjadi lagi, ekspektasi dan realita ternyata berbeda.

"Kalau ada di bayangan kan orang Timur digambarkan sosoknya seram, identik dengan dept collector. Tapi ternyata justru ramahnya melebihi orang-orang di Indonesia Barat sana. Keramahannya di luar ekspektasi," ujarnya.

Selama melakukan perjalanan, Bang Den dan Kak Beda banyak menerima bantuan dari orang-orang yang mereka temui. Banyak yang meminjamkan rumah untuk mereka tinggali. Banyak juga yang menggratiskan biaya perbaikan mobil bahkan penyeberangan antar pulau.

"Tidak perlu menunggu kaya untuk bertualang," katanya.

"Yang penting adalah kemampuan kita beradaptasi dan berkomunikasi. Attitude menjadi modal kita. Kalau komunikasi kita baik dengan saudara-saudara kita di Indonesia ini, kita akan terpesona dan terkagum-kagum dengan apa yang kita temukan," tutupnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA