Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Sep 2021 16:17 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Alasan Jokowi Jadi Tokoh Pariwisata Dunia

Syanti Mustika
detikTravel
Presiden Joko Widodo mengunjungi Dermaga Jety Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Kedatangan Presiden itu untuk meninjau pengembangan wisata di kawasan Danau Toba yang akan dijadikan destinasi wisata berkelas dunia.
Presiden Joko Widodo mengunjungi Dermaga Jety Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Dalam Global Tourism Forum yang diadakan beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia. Apa alasannya?

"Dalam Global Tourism Forum, Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia, bukan karena Indonesia segera membuka pariwisatanya tapi karena kehati-hatian penanganan COVID-19 kita yang dinilai oleh dunia pariwisata sebagai salah satu mode penanganan yang bisa dicontoh oleh negara lain. Hal ini tentunya tidak boleh membuat kita jumawa, tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang dan menunjukkan pemulihan," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia, Bulut Bagci dalam Global Tourism Forum, Rabu (15/9/2021) memang menyoroti upaya Indonesia menghadapi virus Corona.

"Sejak awal dari lembaga pariwisata internasional, kami telah memilih pemimpin yang berkontribusi, mendorong, dan menginspirasi pariwisata bangsa. Inilah kehormatan besar bagi kami untuk mengumumkan bahwa untuk tahun 2021 sebagai Lembaga Forum Internasional, kami memilih Joko Widodo, Presiden Indonesia sebagai pemimpin pariwisata. Insyaallah, tahun depan kita akan membawa ribuan orang secara fisik untuk menunjukkan Indonesia ke dunia," ujar Bagci.

Sandiaga juga memberikan gambaran kondisi pariwisata yang mulai kembali menggeliat di Indonesia.

"Dua pekan terakhir ini saya terus berjalan, terus berkoordinasi dengan teman-teman di beberapa daerah untuk melihat situasi Covid-19 juga mengalami perbaikan. Program kita seperti staycation dan aktivitas di desa wisata seperti kegiatan outdoor, trekking sudah mulai meningkat. Bali juga sudah mulai dipadati wisatawan nusantara. Yang kami harapkan hotel-hotel dan restoran juga pusat perbelanjaan akan kembali menggeliat," ucapnya.

Dunia Pariwisata Waspada Sikapi Ancaman Gelombang Ketiga Virus Corona

Adanya ancaman gelombang ketiga virus Corona, membuat Kemenparekraf juga harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Kata Sandiaga, kita tidak boleh kehilangan momentum untuk bangkit.

"Bagaimana supaya tak terjadi cluster tempat wisata, tentunya dengan memberikan sosialisasi, edukasi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di destinasi maupun di sentra ekonomi kreatif. Ini harus terus kita lakukan, terus memberikan sertifikasi CHSE, bekerja sama dengan teman-teman PHRI dan terintegrasi dengan PeduliLindungi," ujarnya.

"Kecepatan vaksinasi di desa-desa wisata dan juga di destinasi wisata unggulan, serta wisata ekonomi kreatif ini akan terus kita dorong. Kita juga bekerjasama dengan Satgas Covid di tempat wisata untuk mengevaluasi dan memonitor secara detail per minggu. Juga bagaimana masyarakat umum, tokoh-tokoh masyarakat, influencer, youtuber, pelaku medsos saling mengawasi karena pemerintah tidak bisa mengawasi sendiri. Maka masyarakat lah yang harus membantu mengawasi, mengampanyekan kalau kesehatan di seluruh destinasi wisata wisata ekonomi kreatif agar keluarganya terjaga," papar Sandiaga.

Sandiaga mengungkapkan bahwa tidak ingin kehilangan momen dan menjaga perbaikan demi kebangkitan setelah terpuruk selama hampir dua tahun terakhir.

"Karena 34 juta lapangan pekerjaan ini menggantungkan pendapatan dan penghasilan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Jadi kami betul-betul menjaga dan tidak ingin kehilangan momen perbaikan karena sudah lebih dari 2 juta pelaku wisata ekonomi kreatif yang betul-betul mengalami kerugian selama 2 tahun terakhir," tutupnya.



Simak Video "Menparekraf Jawab Isu Larangan Konser hingga Akhir Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA