Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 03 Okt 2021 20:27 WIB

TRAVEL NEWS

Jalan Menuju Objek Wisata Air di Klaten Padat Merayap Kunjungan Wisatawan

Achmad Syauqi
detikTravel
Jalan Menuju Objek Wisata Air di Klaten Padat Merayap Kunjungan Wisatawan
Foto: Jalan menuju objek wisata air di Klaten dipadati kendaraan wisatawan (Achmad Syauqi/detikcom)
Jakarta -

Jalan menuju objek wisata air di Kecamatan Polanharjo dan Tulung, Klaten padat merayap oleh wisatawan. Kepadatan itu terjadi di tengah masih berlakunya pembatasan PPKM level 3.

Pantauan detikcom, kepadatan arus kendaraan terjadi sejak pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB. Arus kendaraan di Jalan Tegalgondo - Janti terjadi dari dua arah.

Jalan Menuju Objek Wisata Air di Klaten Padat Merayap Kunjungan WisatawanJalan Menuju Objek Wisata Air di Klaten Padat Merayap Kunjungan Wisatawan Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Di ujung jalan yaitu simpang Tiga jalan Yogya-Solo, Desa Tegalgondo, arus kendaraan masuk jalan Tegalgondo- Janti mulai terlihat. Mobil dan sepeda motor para wisatawan antre menyeberang.

Dua relawan warga sekitar turun jalan mengatur lalu lintas agar tidak macet parah. Kondisi serupa juga terlihat di simpang tiga Desa Janti, Kecamatan Polanharjo.

Di simpang tiga Desa Janti, arus kendaraan dari Tegalgondo bertemu dengan dari arah Ponggok dan Boyolali. Kepadatan dan kadang kemacetan tidak terelakkan.

Di objek wisata air pemandian dan pemancingan, lokasi parkir padat. Berapa objek menutup pintu sebab lokasi sudah penuh.

Relawan pengatur jalan di simpang tiga Desa Janti, Sofa mengaku kewalahan meskipun sudah dua orang yang mengatur jalan. Dirinya hanya bisa mengimbau warga sabar.

"Ya pengguna jalan kita minta sabar. Hari Minggu lalu sudah ramai tapi kalah ramai dengan hari ini," kata Sofa pada detikcom di lokasi, Minggu (3/10/2021) siang.

Relawan pengatur jalan di Jalan Tegalgondo- Janti, Yatno mengatakan hari Minggu lalu sudah ramai. Tapi hari ini paling ramai.

"Hari ini paling ramai. Sampai siang masih banyak datang mau ke Janti, atau arah Ponggok dan Umbul Pelem," sebut Yatno pada detikcom di lokasi.

Dikatakan Yatno, agar tidak muncul kemacetan di jalan Yogya-Solo dan rawan kecelakaan dirinya dan satu warga lain mengatur penyeberangan. Sebab dari arah Solo dan Yogyakarta sama padatnya.

"Kita dua orang menyeberangkan karena disini tidak ada Bangjo (traffic light). Dari Yogyakarta dan Solo yang mau ke objek sama ramainya, ditambah yang pulang," ungkap Yatno.

Selanjutnya, kata tim ahli satgas percepatan pengendalian COVID-19

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA