Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Okt 2021 06:40 WIB

TRAVEL NEWS

Korban Traveler Dicuekin MyPermataWisata Capai 85 Orang

Operator tur yang ramai-ramai diprotes traveler.
Foto: (dok screenshoot)
Jakarta -

Nama operator tur MyPermataWisata ramai dibicarakan traveler karena disebut tak memenuhi janji. Di forum traveler, jumlah korbannya disebut sudah puluhan.

Ditelusuri detikTravel, Sabtu (9/10/2021), tak sedikit keluhan dari traveler yang dikisahkan lewat Google Review di jenama tersebut. Adapun keluhan itu baru bermunculan dalam tenggang 1 bulan terakhir.

Mayoritas adalah peserta yang telah mendaftar ke salah satu open trip yang ditawarkan oleh MyPermataWisata per tahun 2020 lalu. Hanya hingga satu tahun berselang, banyak yang nasibnya masih digantungkan tanpa kejelasan.

Keluhan itu pun ikut dicurahkan di forum diskusi Facebook Backpacker's Indonesia atau yang disingkat BPI. Salah satu yang mengangkat isu tersebut bernama Ruth pada 23 September 2021 lalu.

"Sekedar mengingatkan, untuk berhati-hati memilih travel agent open trip. Sejak tahun lalu saya tidak menerima kejelasan, tidak dikonfirmasi apakah trip yang saya daftarkan berangkat atau tidak dan tidak diberangkatkan oleh travel MyPermataWisata," buka Ruth.

Oknum open trip yang dituntut traveler.Oknum open trip yang dituntut traveler (dok screenshoot)

Ruth juga mengatakan ia dan para korban dari MyPermataWisata bertemu dalam sebuah WAG bernama Calon Korban Trip MPW. Ia pun menuturkan kalau jumlah korban telah mencapai angka puluhan.

"Ternyata korbannya bukan hanya saya, tapi sekitar 85 peserta. Itu yang ketahuan, mungkin di luar sana masih ada lagi," lanjut Ruth.

Lebih lanjut, Ruth mengaku belum mendapat refund dengan alasan paket promo yang dibeli konsumen. Hanya tak cuma paket promo, paket open trip reguler juga disebut Ruth belum ada yang berjalan sejak pandemi.

"Oke lah kalau enggak bisa di-refund, tapi logikanya masa sudah satu tahun enggak ada 1 trip pun yang berangkat? Ada 1 trip saya yang enggak promo, dan sudah dijanjikan akan fully refund. Sudah satu tahun belum di-refund juga," tuturnya.

Di satu sisi, Ruth dan banyak korban lainnya juga mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak MyPermataWisata. Baik bertanya via whatsap, Instagram hingga Facebook, para korban tetap tak mendapat jawaban.

"Kolom komentar di IG mereka tutup, enggak ada yang bisa kasih komen. Telepon enggak pernah diangkat, email enggak dibalas. WA sangat slow responds, kadang enggak dibalas. Kalau pun dibalas, jawabannya hanya template," Ruth menjelaskan.

Dilihat oleh detikTravel, apa yang dikatakan Ruth memang benar adanya. Semua kolom komentar di laman sosmed MyPermataWisata telah diberi batasan.

Selanjutnya: Update dari pihak MyPermataWisata di media sosialnya

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT