Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Okt 2021 20:19 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenag: Harga Referensi Umroh Harus Dihitung Cermat

Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia?
Jamaah umroh Foto: Getty Images
Jakarta -

Arab Saudi memberi lampu hijau untuk umroh jemaah asal Indonesia. Berapa biaya umroh saat pandemi seperti ini? Pastinya bakal mengalami kenaikan karena ada beragam ketentuan karantina untuk mencegah penularan virus Corona.

Kementerian Agama lewat Sekjen Kemenag Nizar berpesan agar Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh segera melakukan penyesuaian harga referensi. "Umroh di masa pandemi, perlu penyesuaian harga referensi Umroh. Harga referensi itu harus dihitung cermat dan detail," tegas Nizar seperti dikutip di situs Kemenag.

Menurut Nizar, ada sejumlah faktor yang berpengaruh dalam penyusunan harga referensi. Mantan Kanwil DI Yogyakarta ini mencontohkan, keharusan PCR Swab yang menjadi syarat perjalanan internasional tentu akan berdampak pada penambahan biaya. Apalagi, proses PCR dimungkinkan akan dilakukan lebih dari sekali.

Termasuk juga skema karantina sebelum keberangkatan dan setibanya di Tanah Air. "Jika itu diberlakukan, tentu ada biaya yang diperlukan," ujarnya.

Kecermatan dalam penghitungan ini sangat penting, sehingga harga yang ditetapkan rasional sesuai dengan kebutuhan dalam menyiapkan penyelenggaraan umroh di masa pandemi. "Kalau ada kenaikan, kira-kira harga referensinya menjadi berapa yang rasional dan bisa ditolerir, sehingga tidak memberatkan jemaah dan penyelenggaraanya tetap aman. Sebab, ini masih dalam situasi pandemi," jelasnya.

"Ini harus segera disiapkan juga agar bisa menjadi pedoman buat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh atau PPIU," tandasnya.

Biaya Umroh Selama Pandemi

Kementerian Agama sebelunya pernah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 777 Tahun 2020 tentang Biaya Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh Referensi Masa Pandemi.

Dalam KMA tersebut ditetapkan bahwa besaran biaya penyelenggaraan perjalanan ibadah Umroh referensi masa pandemi sebesar Rp 26 juta. Dalam salah satu diktum disebutkan bahwa biaya referensi ini dihitung berdasarkan pelayanan jemaah Umroh di Tanah Air, dalam perjalanan, selama di Arab Saudi dengan memperhitungkan biaya penerbangan Umroh dari Bandara Soekarno-Hatta ke Arab Saudi dan dari Arab Saudi ke Bandara Soekarno-Hatta.



Simak Video "Korupsi Proyek Lab MTs, Eks Pejabat Kemenag Divonis 1,5 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA