Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Okt 2021 11:56 WIB

TRAVEL NEWS

Tempat Ngemil Hits di Jakarta hingga Ladang Ganja di Afghanistan

Tim detikcom
detikTravel
Cove at Batavia PIK
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta -

Tak usah jauh-jauh ke luar negeri, sensasi berlibur ke Korea bisa traveler dapat di Indonesia. Salah satunya di Cove at Batavia PIK.

Berlokasi di Jakarta tara, Cove at Batavia PIK berkonsep ruang terbuka. Pertokoan yang didominasi restoran ini berada di pinggir laut.

Destinasi ini baru dibuka pada akhir bulan lalu, terlihat jelas dari berbagai fasilitas yang mash baru. Beberapa sisi masih ditutup karena ada pekerjaan bangunan.

Tim detikcom berkunjung ke Cove at Batavia PIK beberapa hari lalu. Sore hari kami pilih untuk lebih menikmati suasana karena pasti akan sangat panas bila datang di siang hari karena pepohonannya baru ditanam.

Bisa dibilang bahwa Cove at Batavia PIK ini lokasinya mirip seperti kawasan BKT di jalur menuju Bekasi. Bedanya adalah pemandangan sungai dan laut.

Hanya segelintir orang tua yang datang ke lokasi yang sedang hits di media sosial TikTok ataupun Instagram itu. Karena, sebagian besar yang datang adalah para anak muda, berpasangan atau bersama teman sebayanya.

Bisakah traveler nongkrong berlama di aneka restoran yang ada? Jawabannya adalah tidak direkomendasikan, karena, Anda harus bergantian dengan traveler lain pada jam-jam sibuk seperti sore hari.

Konsep yang diusung oleh Cove at Batavia PIK sendiri adalah grab and go. Selebihnya, pengelola ingin membuat tempat yang bisa beradaptasi ke gaya hidup masa kini di masa pandemi, yakni open space.

Cove at Batavia PIK mulai beroperasi dari pukul 07.00-21.00 WIB. Pada pagi hari, traveler bisa lari pagi di sini.

Memiliki luasan 4.555 m2, Cove at Batavia PIK memiliki area memanjang. Jika lelah, kamu bisa menyewa sepeda di dekat gerbang masuk.

Selain berita tentang Batavia PIK, ada juga kabar mengenai ladang ganja di tanah Afghanistan yang jadi sumber pemasukan Taliban. Sebagian besar penanaman ganja berada di selatan Afghanistan.

Lebih dari dua pertiga atau sekitar 67 persen, petani ganja juga menanam opium. Namun kini, wacananya, ladang ganja akan dilarang.



Simak Video "6 Rampok di PIK Jakut Gasak Rp 400 Juta, Beraksi dengan Modus Gembos Ban"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA