Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Okt 2021 22:11 WIB

TRAVEL NEWS

Agar Candi Borobudur Berumur Panjang, Wisatawan Didorong ke Desa Wisata

Eko Susanto
detikTravel
Wisatawan berada di zona 2 kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/6/2021). Menindaklanjuti surat edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2021 tentang kebijakan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan dan penanganan COVID-19, Balai Konservasi Borobudur (BKB) menutup sementara kawasan zona 1 Candi Borobudur mulai tanggal 23 Juni sampai 2 Juni mendatang.  ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
Foto: Ilustrasi Candi Borobudur (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Saat disinggung terkait dengan destinasi super prioritas Borobudur, kata dia, upaya yang dilakukan untuk memperkuat tata kelola yang dulunya hanya di lingkup Candi Borobudur menjadi kawasan Borobudur.

"Ini memperkuat tata kelola yang tadinya lingkupnya Candi Borobudur menjadi kawasan Borobudur tentunya ada perubahan mindset atau paradigma tidak hanya fokus di titik candinya, tetapi juga di kawasannya. Kalau kawasannya tentu terkait juga dengan tinggalan-tinggalan warisan budaya di sekitarnya termasuk masyarakatnya. Makanya perlu penguatan-penguatan kompetensi untuk masyarakatnya baik komunitas, lembaga atau pranata budaya di desa-desa yang ada di kawasan Borobudur," tuturnya.

"Iya (kaitan dengan destinasi super prioritas). Pasti implikasinya apabila nanti desa-desa tersebut kuat, memiliki branding khusus, produk khusus, implikasinya akan memperkuat itu. Punya produk sendiri yang kuat, punya pemandu-pemandu yang kuat, punya SDM-SDM yang bisa bersaing dengan wilayah-wilayah lain," katanya.

Pihaknya berharap dengan pelatihan yang diadakan tersebut nantinya pengunjung bukan hanya di Candi Borobudur saja. Namun demikian, wisatawan bisa menyebar berada di kawasan Borobudur.

"Jadi ada aspek konservasi bagaimana caranya warisan dunia tersebut biar panjang umur, otomatis harus ada distribusi pengunjung. Pengunjung bisa didistribusikan kalau ada alternatif. Alternatif tersebut kita ciptakan di desa-desa di kawasan Borobudur karena kami yakin semua desa lumbung budaya, lumbung kreativitas," katanya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya, Balai Konservasi Borobudur, Yudi Suhartono menambahkan, Candi Borobudur sebagai sumber ilmu, sumber kreatif. Untuk itu, warga sekitar bisa mengambil ilmu yang berada di relief Candi Borobudur.

"Dengan adanya ini (pelatihan) teman-teman itu bahwa Borobudur sebagai sebuah sumber ilmu, sumber kreatif, sumber yang bisa diperoleh teman-teman, nggak usah jauh-jauh ambil Borobudur. Menengok Borobudur sebagai sebuah warisan budaya, sebuah yang universal, jangan dipandang dari segi agama, inilah karya budaya kita, inspirasi banyak di Borobudur," ujarnya.

Yudi mendorong, ke depannya agar wisatawan menyebar menuju desa-desa yang berada di kawasan Borobudur.

"Saya sampaikan dulu, konsep kami akan menyebar wisatawan ke desa-desa. Jadi kedepannya jangan fokus ke candi, menyiapkan dengan ini. Penyebaran pengunjung supaya masyarakat Borobudur bisa merasakan lebih," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA