Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Nov 2021 20:21 WIB

TRAVEL NEWS

Sudah 3 Minggu, Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali

Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)
Jakarta -

Bali sudah dibolehkan menerima wisatawan dari 19 negara. Namun hingga kini penerbangan masih sepi.

Sudah dibuka mulai 14 Oktober lalu, hingga kini belum ada penerbangan internasional menuju Bali. Hal ini dituturkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing.

"Untuk wisatawan mancanegara, sampai saat ini kami terus mencatat bahwa belum ada penerbangan internasional langsung yang terbang ke Bali dan kami terus menselaraskan dengan berbagai persiapan yang diperlukan," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin (1/11/2021).

"Harapannya, dengan 19 negara yang sudah diberikan persetujuan, kita bisa mendapatkan yang lebih baik dan kita sudah mengajukan juga negara dengan level positif rate yang rendah dan bisa mulai dipertimbangkan untuk membuka penerbangan langsung," tambah Sandiaga.

Sementara, Sandiaga menuturkan, ada pembicaraan terkait dengan beberapa isu-isu penting dan masukan dari epidemolog yang berakibat terhadap beberapa pemikiran. Salah satunya yaitu tentang pengurangan jumlah hari karantina bagi wisatawan mancanegara.

"Bagi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah tervaksinasi lengkap dan mengikuti protokol 3 T (testing, tracing, treatment) akan ada keputusan untuk menurunkan jumlah hari karantina dari 5 menjadi 3 hari," kata Sandiaga.

Selain itu, salah satu inovasi yang sedang Kemenparekraf tawarkan adalah Live on Board yang menjadi alternatif karantina bagi wisatawan mancanegara. Kini sudah ada 38 kapal yang mendaftar.

"Saat ini kami berkoordinasi dengan asosiasi jangkar, asosiasi untuk LOB yang ada di Bali bahwa sudah ada 38 kapal yang mendaftar untuk menjadi tempat untuk karantina dan pada hari ini sudah dilakukan sudah melakukan verifikasi terhadap beberapa kapal bagaimana kelengkapan CHSE," kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Rizki Handayani.

"Jadi kalau memang nanti (karantina), mereka akan berlayar dan tidak boleh meninggalkan Kapal tersebut di tempat lain sampai setelah 5 hari atau 8 hari, mereka sehari sebelum selesai mereka akan kembali merapat di pelabuhan tapi belum boleh keluar dari kapal untuk melakukan tes PCR dulu dan kemudian setelah itu baru boleh turun dari kapal tersebut," tambahnya.



Simak Video "Kemenparekraf Bidik Australia untuk Dongkrak Jumlah Wisman "
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA