Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Nov 2021 13:01 WIB

TRAVEL NEWS

Bekas Pegawai Hotel: Pikir-pikir Lagi Saat Ambil Jatah Sarapan Prasmanan!

Femi Diah
detikTravel
Ilustrasi sarapan di hotel
Ilustrasi sarapan prasmanan di hotel. (Getty Images/MilanEXPO)
London -

Sarapan bisa menjadi salah satu alasan traveler memilih hotel. Tetapi, baru-baru ini bekas pegawai hotel menyebut agar pelancong berhati-hati saat mengambil jatah sarapan di hotel.

Dikutip dari The Sun, Brandi Agustus, seorang perempuan yang mengaku pernah bekerja di sejumlah hotel selama 15 tahun, bilang sarapan prasmanan jauh dari higienis. Dia membagikan pendapatnya itu lewat TikTok.

Dia mengklaim manajemen dan hotel tidak benar-benar serius menyiapkan sarapan buat para tamu. Makanya, banyak standar yang diterabas agar biaya yang dikeluarkan seminim mungkin, termasuk mengabaikan kebersihan.

"Saya tidak tahu bagaimana mengatakannya agar tidak diserang oleh orang-orang di industri perhotelan... Kalau hotel tempat menginap kalian menyajikan continental breakfast (sarapan ala Eropa) panas, berupa telur, wafel dan semacamnya, jangan dimakan," kata Agustus.

Merujuk pengalamannya saat bekerja di salah satu hotel, tanpa menyebut nama hotelnya, Agustus bilang alat pembuat wafel jarang dibersihkan. Sudah begitu, adonan yang digunakan seringkali merupakan adonan lama, bahkan sampai mulai berbau.

"Adonan wafel itu digunakan kembali sampai mulai berbau seperti bir," ujar dia.

Yang lebih buruk, dia mengklaim, seorang manajer bersikeras menggunakan satu handuk kertas untuk membersihkan semuanya sepanjang malam.

"Dia bilang itu lebih ramah lingkungan daripada menggunakan lap atau spons atau bahkan kebanyakan handuk kertas untuk membersihkan barang-barang seperti mangkuk, spatula, meja," kata dia.

Agustus bilang kalaupun traveler mengincar sarapan maka pilih hotel yang mempekerjakan koki yang tepat dan memiliki dapur yang higienis.

"Aku hanya mencoba untuk menyelamatkan kalian dari sakit kepala," kata dia.

Video soal sarapan di hotel tersebut telah dilihat lebih dari 400.000 kali dan direspons beragam oleh yang menontonnya. Sebagian cuek, sebagian lain membenarkannya.

Salah satu akun yang mengaku telah bekerja di industri makanan selama lebih dari 12 tahun mendukung klaim Agustus.

"Telur prasmanan tidak boleh dimakan," kata dia.

Netizen lain, yang mengaku bekerja untuk sebuah hotel terkenal, berkomentar senada.

"Tetap pilih makanan yang dikemas buat sarapan di hotel, juga periksa kamar sebelum Anda membawa barang bawaan," kata dia.

Netizen lain menilai pendapat itu mengada-ada.

"Hei kalian, sarapan itu gratis, bye."

Tonton juga:'Kreasi Baju Kucing Karya Fredi yang Mendunia'

[Gambas:Video 20detik]



(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA