Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Nov 2021 18:59 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah dan Mitos Telaga Ranjeng Brebes yang Dipenuhi Ribuan Ikan Jinak

Imam Suripto
detikTravel
Telaga Ranjeng Brebes
Foto: Imam Suripto/detikcom

Telaga Ranjeng ini merupakan sebuah Cagar Alam. Di sekitar telaga terdapat tanaman hutan yang usiannya mencapai ratusan tahun. Bekas-bekas pohon besar yang tumbang juga masih tergeletak di kawasan ini.

Telaga ini kali pertama ditemukan oleh orang Belanda pada tahun 1924. Setahun setelah ditemukan, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Telaga Ranjeng sebagai Strict Nature Reserve, atau Kawasan Cagar Alam melalui Surat Keputusan (SK) Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 25 tanggal 11 Januari 1925, dengan total luas Cagar Alam mencapai 48,5 ha.

Status Cagar Alam Telaga Ranjeng itu, kemudian diperkuat melalui SK Penunjukan Menteri Kehutanan Nomor SK.3 5 9/MenHut-II/2004 tanggal 1 Oktober 2004. Di tahun 2013, statusnya diperkuat kembali melalui SK Menhut Nomor 313/Menhut-II/2013, tanggal 13 Mei 2013.

Berdasarkan SK Menhut ini, total luas kawasan konservasi hutan resapan wilayah Brebes selatan ini, mengalami penambahan menjadi 53,41 ha, dengan luas telaga mencapai 18,74 ha. Kemudian, di tahun 2018 dilakukan pengukuran BKSDA Jateng, melalui Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang, dan diketahui luas keseluruhan kawasan Cagar Alam itu menjadi 58,5 ha. Rinciannya, 39,7 ha luas daratan atau hutan, dan 18,85 ha telaga telaga atau perairan.

"Sudah sejak zaman Pemeritahan Kolonial Belanda, Telaga Ranjeng ini ditetapkan sebagai Cagar Alam. Tepatnya sejak tahun 1925. Kemudian, diperkuat oleh pemeritah kita pada tahun 2004," ungkap Sejarahwan Kabupaten Brebes, Wijanarto, Minggu (13/11/2021).

Hutan Lindung kawasan Telaga Ranjeng itu, ternyata juga kaya akan flora dan fauna yang unik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui ada sebanyak 40 spesies tanaman, dan 23 spesies hewan hidup di Kawasan Cagar Alam Telaga Ranjeng.

"Telaga Ranjeng ini memiliki bentang alam yang sangat menarik. Hasil penelitian Yuniarso, ada sebanyak 40 spesies tanaman dan 23 spesies hewan yang hidup di sana," terang Wijanarto yang juga Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Brebes ini.

Selanjutnya: mahkluk tak kasat mata di Telaga Ranjeng

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Soal Ibu Gorok 3 Anak: Cerita dari Saksi hingga Dapat Bisikan Gaib"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA