Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Nov 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Kerajaan Islam di Indonesia

Tim detikcom
detikTravel
Kubah Masjid Raya Baitul Rahman. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Masjid Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Islam menjadi agama mayoritas penduduk Indonesia. Islam diperkirakan sudah masuk Indonesia sejak abad ke-7 namun baru berkembang pesat pada abad ke-13. Saat itu, kerajaan-kerajaan Islam bermunculan akibat lalu lintas perdagangan laut.

Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok berbaur dengan masyarakat Nusantara.

Masuknya agama Islam ke Nusantara lewat perdagangan ini yang kemudian turut membawa banyak perubahan dari sisi budaya hingga pemerintahan.

Berikut beberapa catatan mengenai kerajaan Islam di Indonesia:

1. Kerajaan Perlak (840-1292)

Kerajaan Perlak atau Kesultanan Peureulak dalam banyak literatur diperkirakan menjadi kerajaan Islam pertama. Perlak merupakan kerajaan Islam di Indonesia yang terletak di Peureulak, Aceh Timur pada 840-1292 Masehi. Perlak merupakan wilayah yang dikenal memproduksi kayu perlak yang merupakan bahan baku pembuatan kapal.

Tak heran, Perlak ramai dikunjungi pedagang Gujarat, Arab, dan Persia, sehingga komunitas Islam di wilayah ini berkembang pesat. Proses asimilasi dari hasil kawin campur pedagang Muslim dengan wanita pribumi banyak terjadi pada masa itu.

Kerajaan Perlak berlangsung cukup lama. Raja pertama Kerajaan Perlak bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Kemudian raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Malik Saleh inilah cikal bakal yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai.

Bukti sejarah yang memperkuat Kerajaan Perlak yakni makam salah satu Raja Benoa (negara bagian Kesultanan Perlak) yang terletak di pinggir Sungai Trenggulon. Diyakini, batu nisan pada makam tersebut dibuat pada abad ke-11 M.

2. Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan ini terletak di Aceh Utara dan semakin berkembang karena menjadi tempat persinggahan utama pedagang-pedagang Islam. Kerajaan Samudera Pasai terus berkembang. Akhirnya, putra Sultan Malikul Thahir, yakni Sultan Malikul Mansur mendirikan kerajaan dengan pusatnya adalah Samudera Pasai.

3. Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka didirikan oleh Paramisora dari Blambangan, Jawa Timur. Kesultanan yang terletak di daratan Melayu ini berdiri pada tahun 1405 dan diketahui memiliki hubungan baik dengan China.

4. Kerajaan Aceh

Kerajaan ini berdiri pada abad awal ke-1 di daerah kekuasaan Pedir. Puncak kejayaan kerajaan Islam di Sumatera ini saat diperintah oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607 sampai 1636 karena wilayah kekuasaannya meliputi Semenanjung Malaya.

5. Kerajaan Demak dan Pajang

Kerajaan Islam pertama di Jawa adalah Demak dan Pajang. Kerajaan Demak berada di tepi pantai Utara pulau Jawa dan dipimpin oleh Raden Patah yang juga seorang penyiar agama Islam.

Akibat terjadinya perang saudara, pusat kerajaan Demak berpindah ke Pajang atau dekat dengan Kartasura. Namun, adanya pemberontakan membuat kerajaan Pajang berpindah ke Mataram

6. Kerajaan Banten

Kerajaan Banten berdiri setelah kerajaan Demak pindah ke Pajang. Kerajaan ini dipimpin oleh Sultan Hasanudin dan berada dekat dengan Selat Sunda sehingga menjadikannya sebagai pusat yang strategis.

Namun kerajaan ini harus bubar karena pengganti raja kala itu masih berusia kanak-kanak. Terlebih lagi, di waktu yang sama Belanda mulai sampai di Pelabuhan Banten.

7. Kerajaan Cirebon

Kerajaan Cirebon dipimpin oleh Fatahillah. Hebatnya, selama pemerintahan Fatahillah perkembangan agama Islam sangat pesat hingga memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan Mataram. Namun, kerajaan ini terpaksa dibagi dua, menjadi Kanoman dan Kacirebonan karena pengaruh VOC.

8. Kerajaan Mataram

Kerajaan islam di Indonesia yang lain adalah Mataram. Kerajaan ini berada di Kota Gede, Yogyakarta. Pemerintahan kerajaan ini sangat menjalankan aturan Islam dengan sangat baik, misalnya dengan melakukan perhitungan tahun berdasarkan hijriyah.

Lagi-lagi, karena serangan Belanda dan didirikannya VOC, kerajaan Mataram harus terusir dari wilayahnya.

9. Kerajaan Gowa Tallo

Kerajaan ini berada di Sulawesi Selatan. Perkembangan kerajaan ini sangat pesat karena letaknya yang strategis dengan jalur perdagangan dan persinggahan dari Ternate dan Tidore.

Semenjak agama Islam berkembang pesat, raja Gowa Daeng Manriba dinobatkan menjadi Sultan Alauddin Raja Gowa atau Makassar. Puncak kejayaan dicapai di masa pemerintahan Sultan Hasanuddin.

10. Kerajaan Ternate dan Tidore

Sultan Ternate pertama adalah Sultan Zaenal Abidin. Mereka memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan Demak. Selain itu, ada juga kerajaan Tidore di Maluku dan kedua kerajaan ini diketahui memiliki hubungan yang baik hingga akhirnya Portugis datang.

Di masa kejayaan, Ternate dipimpin oleh raja Zainal Abidin (1465-1486) yang berganti nama menjadi Sultan Marhum. Sedangkan, Tidore dipimpin oleh Cirililiyah yang kemudian berganti nama menjadi Sultan Jamaluddin.

Selanjutnya, kepemimpinan kerajaan beralih ke penerusnya, yakni Sultan Ben Acorala untuk Kerajaan Ternate dan Sultan Almancor untuk Kerajaan Tidore. Hanya saja, di masa ini muncul perpecahan yang berakibat pada perebutan kekuasaan.

11. Kerajaan Banjar

Kerajaan Banjar berdiri pada abad ke-16 di Kalimantan Selatan. Letak kerajaan ini berada di dekat sungai besar sehingga banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari berbagai daerah, salah satunya adalah ulama dari Demak sehingga menjadi kerajaan Islam.

12. Kerajaan Buton

Kerajaan Islam di Indonesia berikutnya adalah Buton. Kerajaan ini terletak di pulau Buton, Sulawesi Tenggara dan resmi menjadi kesultanan Islam di masa pemerintahan raja ke-6, yakni Timbang Timbangan atau Lakilapotan Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman Al-Fathani dari Johor. Adapun, peninggalan kerajaan ini adalah Istana Sultan, dua buah masjid tua, hingga benteng pemerintahan Wolio. Selamat belajar kerajaan Islam di Indonesia.



Simak Video "Megahnya Arsitrktur Istana Siak Bergaya Eropa dan Timur Tengah, Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA