Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Nov 2021 18:12 WIB

TRAVEL NEWS

Nelangsa! Ada Tangis Nelayan di Balik Keindahan Pantai Boom Banyuwangi

Putu Intan
detikTravel
Pantai Boom Banyuwangi
Perahu nelayan di Pantai Boom Banyuwangi. Foto: Putu Intan/detikcom

Slamet bercerita, selama sebulan KUB Pantai Boom harus membayar pajak setidaknya Rp 700 ribu kepada PPI. Bila tidak membayar, para nelayan ini tidak diizinkan lagi mencari nafkah di lokasi tersebut.

"Katanya kalau tidak mau bayar diusir. Padahal Pelindo itu baru, sedangkan nelayan sudah ratusan tahun di sini," tuturnya.

Pantai Boom yang terletak di Kelurahan Kampung Mandar sejatinya adalah pantai nelayan yang sudah eksis sejak lama. Pantai ini dulunya ramai dengan aktivitas penangkapan dan perdagangan ikan.

Akan tetapi kejayaan itu kian sirna. Slamet mengatakan, sudah sejak lama hasil tangkapan mereka berkurang. Itu karena faktor cuaca hingga pencemaran dari limbah industri serta sampah.

Itulah yang kemudian menjadi alasan beberapa dari mereka beralih profesi mengangkut wisatawan naik perahu.

"Di sini kalau bulan Juni-November itu nggak ada ombak dan angin. Jadi paling dapat ikan 2 kilogram. Kalau rezeki ya 10 kilogram. Tapi saya juga pernah dapat 2 ekor saja, ya saya masak. Dijual juga nggak laku," katanya.

Mewakili para nelayan, Slamet berharap agar beban mereka dapat diringankan. Salah satunya dengan menghapus pajak yang dikenakan PPI kepada mereka.

"Kalau bisa Pelindo itu bisa sadar kalau sekarang nggak ada pengunjung. Harus mengerti kondisi kami, jadi nggak usah ditarik pajak. Sebelum ada Pelindo, masyarakat Mandar sudah di sini ratusan tahun," ia menegaskan.

Sementara para nelayan menjerit, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot pengembangan wisata Pantai Boom. Dilihat detikcom dari situs banyuwangikab.go.id, pengembangan Pantai Boom bahkan sudah menjadi perhatian pemerintah pusat.

Disebutkan bahwa jajaran dewan komisaris dan direksi PT Pelindo III telah melakukan pertemuan pada 27 Maret 2021 dengan Pemkab Banyuwangi. Mereka membahas pengembangan Pantai Boom menjadi destinasi internasional.

"Kami datang kemari menindaklanjuti perintah Pak Luhut (Menko Marves). Kita mau jadikan ini internasional. Kami juga bawa konsultan yang sudah biasa mengembangkan pariwisata Indonesia menjadi daya tarik wisata internasional," kata Komisaris Utama PPI, Marsetio.

"Kita dengan tim akan promosi Marina Boom dengan mengundang pemilik-pemilik yacht, termasuk fremantle yacht. Sambil jalan promosi, kami juga akan memacu tumbuhnya investasi di kawasan ini terutama untuk fasilitas yacht," beber Marsetio.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pihaknya mendukung pengembangan kawasan Marina Boom. Bersama dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, pemkab akan menyiapkan kebijakan agar Pantai Marina Boom menjadi destinasi internasional.

"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus menaruh perhatian pada pengembangan pariwisata daerah. Pengembangan Pantai Boom akan menjadi opportunity baru untuk Banyuwangi. Apalagi jalan tol akan segera dibangun menghubungkan seluruh Pulau Jawa," ujar Ipuk.

Dengan kata lain, di masa depan Pantai Boom diproyeksikan dipenuhi yacht dari berbagai negara. Pengunjungnya bisa jadi adalah wisatawan mancanegara dan kelompok berduit. Artinya, mungkin tak ada lagi tempat untuk para nelayan Kampung Mandar yang sudah sejak zaman nenek moyang mencari makan di sana.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA