Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 30 Nov 2021 14:49 WIB

TRAVEL NEWS

Wah, Muncul Air Terjun Musiman di Jalur Pendakian Gunung Agung

Sudi Suadnyana
detikTravel
Fenomena awan mirip UFO di Gunung Agung
Ilustrasi Gunung Agung (dok. istimewa)
Karangasem -

Belum lama ini viral sebuah video menunjukkan adanya air terjun musiman di jalur pendakian Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Bahaya buat pendaki.

Dalam video viral yang beredar pada Senin (29/11/2021), air terjun itu tercipta di jalur pendakian. Video itu diambil dari sudut pandang atas air yang mengalir.

IB Ketut Arimbawa, sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Bali, mengetahui air terjun musiman itu dari media sosial. Dia bilang fenomena itu tidak mengejutkan, sebab Gunung Agung memiliki tujuh aliran air yang mengalir ke Sungai Tukad Yeh Sah di Desa Muncan, Selat, Karangasem, Bali.

"Saya, juga baru tahu air terjun yang sifatnya musiman itu muncul kini. Yang jelas di Gunung Agung itu ada aliran-aliran sungai nantinya terfokus menjadi satu di Tukad Yeh Sah. Kalau, aliran kurang lebih ada tujuh aliran air yang nanti menjadi satu di Tukad Yeh sah. Sehingga, pada saat hujan pasti terjadi banjir badang," kata Arimbawa, saat dihubungi Senin (29/11).

Aliran air di Gunung Agung itu, lanjutnya, sudah ada sejak dulu akibat erupsi Gunung Agung sejak dulu hingga terakhir terjadi pada periode 2017 dan 2019.

"Jadi, memang di tubuh Gunung Agung ini ada aliran sungai yang ada sejak dulu. Kalau, yang namanya air terjun musiman saya juga melihat dari media tadi," dia menambahkan.

Arimbawa menghimbau kepada para pemandu dan pendaki di Gunung Agung agar saat musim hujan tidak mendaki Gunung Agung. Karena, berbahaya bagi para pendaki.

Menurutnya, kendati status Gunung Agung dinyatakan turun menjadi Level I atau normal, pada 13 September 2021 masih ada ancaman bahaya bagi pendaki dan perlu diwaspadai.

"Pertama, dalam kondisi musim hujan para pendaki agar hati-hati atau waspada atau tidak lama berada di puncak kawah Gunung Agung, karena satu kemungkinan pada saat mendung, kawah itu akan tertutup oleh awan kemungkinan apa bila terjadi gas berbahaya sangat beresiko bagi para pendaki," kata dia.

Kedua, katanya, ada potensi longsor di pinggir kawah Gunung Agung. Arimbawa pun tidak memperkenankan pendaki begitu lama berada di kawah Gunung Agung pada saat hujan.

Ketiga, ada potensi jatuh tergelincir akibat aliran air yang membawa kerikil-kerikil kecil di Gunung Agung. Keempat, ada potensi tersesat akibat banyak jalur pendakian yang berubah.

"Buat pendaki untuk yang diperingatkan tiga faktor bahaya. Satu gas berbahaya, kedua terjadi longsoran ketiga adanya aliran air yang menyebabkan batu kerikil itu hanyut dan bisa menimbulkan resiko pendaki itu tergelincir saat dilalui oleh pendaki," ujarnya.

"Kalau larangan tidak ada, karena sudah normal cuma masih ada ancaman bahaya yang perlu diwaspadai oleh pemandu dan pendaki. Sebaiknya tidak melakukan pendakian pada saat hujan karena resikonya tinggi," kata dia.

"Karena satu rute jalan banyak yang berubah karena jalan pendakian tadinya agak lurus. Sekarang waktu saya ikut pemantauan, ada yang tersesat dulu itu yang jalan di atas," Arimbawa menegaskan.



Simak Video "Tari Kecak Uluwatu Bali yang Sarat dengan Filosofi Mistis"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA