Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 03 Des 2021 21:35 WIB

TRAVEL NEWS

Pengembangan Kawasan Depok Lama Melibatkan Pemkot, FTUI dan Belanda

Depok Lama Disiapkan Jadi Kawasan Wisata Sejarah
Ilustrasi kawasan Depok Lama (Melissa Bonauli Panjaitan/detikTravel)
Depok -

Tak beda dengan Jakarta, Depok juga memiliki banyak peninggalan kolonial Belanda. Kabarnya, kawasan heritage Depok Lama akan dikembangkan.

Sejak dulu, kawasan Heritage Depok Lama telah menjadi destinasi favorit pecinta sejarah. Walau pamornya tak sepopuler Kota Tua Jakarta, tapi kawasan itu tak kalah lawas dan bersejarah.

Atas sejarah panjang yang dimilikinya, Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bekerja sama dengan Pemkot Depok untuk bicara rencana pengembangan destinasi wisata bersejarah di kawasan Depok Lama tersebut.

FTUI berencana mengembangkan Depok Lama.FTUI berencana mengembangkan kawasan Depok Lama (dok FTUI)

Dilihat detikTravel dari informasi di situs resmi FTUI, Jumat (3/12/2021), rencana pengembangan Kawasan Heritage Depok Lama ini disampaikan oleh Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono pada pertemuan dengan Dekan FTUI, Dr Ir Hendri DS Budion sejak 28 Oktober 2021 yang lalu.

"Semua perencanaan yang tengah disusun ini juga melibatkan Pemerintah Belanda melalui Kedutaan Besar Belanda di Indonesia. Ke depannya kami ingin Kota Depok menjalin kerja sama dalam bentuk sister city dengan Belanda. Harapannya dengan dibangunnya destinasi wisata sejarah Depok Lama ini, ke depannya Depok dapat menjadi kota destinasi wisata budaya bagi wisatawan asing dan dapat mendongkrak laju perekonomian di Kota yang menjadi terasnya UI ini," kata Imam.

Rencana pengembangan destinasi wisata itu mendapat sokongan dari Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns. Hal itu diungkapkannya pada pertemuan dengan FTUI dan Pemerintah Kota Depok pada tanggal 11 November 2021 yang lalu.

"Masyarakat Belanda memiliki hubungan yang sangat erat dengan saudara tuanya di Depok. Kami berharap kerja sama yang strategis dengan Pemerintah Kota Depok segera terwujud dimana FTUI berperan sebagai kolaborator dengan kemampuan para ahli yang mumpuni," ujar Lambert.

Selain peninggalan bangunan bersejarah, kawasan Depok Lama juga menjadi bukti percontohan akan toleransi yang telah dibangun sejak lama.

"Kota Depok memiliki beberapa etnis yang mendiami, ada Belanda, Cina, Sunda, Betawi, dan banyak lainnya. Hal ini menjadikan Kota Depok memiliki sejarah Budaya yang beragam. Keberagaman yang ada tersebut meninggalkan jejak pada berbagai bangunan bersejarah yang dapat dilihat hingga saat ini. Salah satu jejak sejarahnya dapat dilihat di Jalan Pemuda. Dalam kerja sama ini, FTUI berperan untuk menyiapkan kajian terkait revitalisasi peninggalan sejarah di daerah Depok Lama," ujar Prof Kemas Ridwan Kurniawan, Guru Besar Departemen Arsitektur FTUI yang juga pakar aspek sosial budaya dalam Arsitektur-Heritage dan Cagar Budaya.

Pada kesempatan berbeda (18/11/2021), Ikatan Alumni FTUI (ILUNI FTUI) bersama Fusi Foundation dan FKA Global menyerahkan Hibah Teknologi Digital Surface Model (DSM) dan Digital Terrain Model (DTM) yang berfungsi untuk melakukan pemetaan 3D kawasan Heritage Depok Lama. Hibah teknologi ini merupakan bentuk dukungan penuh para alumni FTUI akan rencana revitalisasi yang direncanakan.



Simak Video "Puluhan Kios Pasar Kemiri Depok Ludes Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA