Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Des 2021 14:08 WIB

TRAVEL NEWS

Pesona Tenun Ikat Sintang yang Bikin Jokowi Jatuh Hati

bonauli
detikTravel
Presiden Jokowi berbelanja jaket bomber motif Dayak Sintang produksi pelaku UMKM setempat di Bandara Tebelian, Sintang, Kalbar.
Jokowi mengenakan Tenun Ikat Sintang (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sintang -

Tenun Ikat Sintang menjadi kebanggaan dari Kalimantan Barat. Lihat saja, Presiden Jokowi bangga mengenakannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Jokowi kemudian membeli jaket bomber tenun Dayak Sintang di sudut Bandara Tebelian, saat acara peresmian bandara itu.

"Di satu pojok lobi Bandara Tebelian, Sintang pagi ini, saya mendapati gerai yang memajang kain tenun ikat Sintang yang menarik.

Saya memilih jaket bomber yang langsung saya kenakan ini. Kainnya bermotif manok, yang ditenun pengrajin Desa Umin Jaya dan penjahit dari UMKM Kota Sintang," Tulis Jokowi dalam akun Instagramnya seperti dilihat detikTravel, Kamis (9/12/2021)

[Gambas:Instagram]

Bicara soal Tenun Ikat Sintang, detikTravel ingin mengajak traveler untuk mengenal soal kain ini dengan lebih dalam. Tenun Ikat Sintang merupakan warisan budaya suku Dayak.

Tetap menjaga adat dan tradisi, proses pembuatan kain ini cukup panjang. Mulai dari menanam kapas, memintal benang (ngaos), peminyakan benang, pewarnaan dan mencelup, mengikat motif, hingga menenun dilakukan secara manual.

Untuk motif dibuat dengan cara mengikat benang untuk membentuk pola gambar tertentu. Corak dari tenun ini juga khas, yaitu menggambarkan kehidupan dan kepercayaan masyarakat Dayak. Sungai, hewan dan tumbuhan adalah sumber inspirasi kain tenun ini.

Seperti tradisi tenun di Indonesia, Tenun Ikat Sintang hanya dibuat oleh perempuan. Bahan benang dan pewarnanya dibuat asli dari alam. Bahannya bermacam-macam mulai dari daun, akan, batang, kulit, buah, umbi maupun biki dari tumbuh-tumbuhan di dalam hutan.

Ada salah satu motif Tenun Ikat Sintang yang memiliki makna khusus, salah satu yang popular adalah motif manusia. Katanya, motif ini tabu dikerjakan oleh para wanita yang masih muda.

"Menurut nenek moyang dulu, kalau belum usia 50 tahun ke atas, itu belum bisa katanya. Makanya kami belum berani nyoba buat motif itu. Belum berani nanya orang tua karena bilang nggak bisa," ungkap Adriana pada detikcom beberapa waktu lalu (28/8/2019).

Pada 2015 lalu Tenun Ikat Sintang telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.

Tenun Ikat Sintang atau kerap juga disebut sebagai Tenun Ikat Dayak Sintang juga mendapatkan penghargaan Upakarti dari Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah, Kementerian Perindustrian. Penghargaan Upakarti diberikan sebagai penghargaan di bidang perindustrian yang diberikan kepada pihak yang berprestasi, berjasa, dan aktif melakukan pengembangan atau pembinaan industri kecil dan industri menengah.



Simak Video "Keseruan di Jalan Gajah Mada Pontianak"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA