Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Des 2021 14:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Mau Kembangkan Wisata di Biak Numfor Untuk Bangkitkan Ekonomi

Tim detikcom
detikTravel
Festival Biak Munara Wampasi
Foto: Ilustrasi (dok. Kemenpar)

Gua Jepang atau sering disebut Abyab Binsari oleh masyarakat setempat, memiliki arti gua Nenek. Menurut cerita warga setempat, zaman dulu ada seorang nenek yang tinggal di sekitar gua ini. Namun setelah tentara Jepang datang, nenek itu kemudian menghilang tanpa jejak.

Tentara Jepang pertama kali mendarat ke Biak pada tahun 1943 dengan jumlah tentara kurang lebih 10.000. Tersebar dari gua Jepang, Biak Utara, Biak Barat, Biak Timur, Ambroben Sup, sampai ke Supiori.

Tentara Jepang kemudian membangun benteng-benteng pertahanan di pinggiran pantai sampai ke hutan dan gua-gua yang ada di hutan. Khusus di gua Jepang terdapat sebanyak 3.000 personel tentara Jepang, yang kemudian menjadikan gua tersebut sebagai pusat logistik dan juga tempat persembunyian tentara jepang di bawah Komando Kolonel Kuzume.

Sekitar tahun 1944, tentara sekutu yang berada di bawah kepemimpinan Jenderal Douglas McArthur mengetahui jika pusat Logistik tentara Jepang berada di Biak. Maka pada 7 Juni 1944, sekutu langsung menjatuhkan bom dan drum-drum bahan bakar di atas gua Binsari ini, yang mengakibatkan lebih dari 3.000 tentara Jepang tewas.

Sekitar tahun 1980, gua Jepang ditetapkan sebagai salah satu objek wisata sejarah perang dunia ke-II. Benda-benda yang ditemukan di area ini di antaranya adalah senjata, baik senjata ringan maupun senjata berat, peluru, helm atau topi-topi tentara Jepang.

Selain itu, ada juga pesawat Jepang, bom, peralatan makan minum, samurai, pistol dan alat-alat kedokteran seperti obat-obatan, kemudian benda - benda dari sekutu.

Selain gua Jepang, Wawan juga melakukan peninjauan pembangunan panggung kesenian di Kawasan Museum Cendrawasih Distrik Biak Kota, Rest Area Wardo Distrik Biak Barat dan Waterblow Tanjung Saruri Distrik Yawosi, serta peninjauan persiapan pembangunan di Pantai Yennyabo Sorido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.

Di kesempatan itu Wawan mengapresiasi komitmen kuat dari pemerintah daerah setempat, khususnya Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap dalam mengembangkan pariwisata Biak Numfor yang sangat strategis, seperti wisata Gua Jepang.

"Tentu hal ini akan berdampak memberikan nilai tambah dalam mempercepat pergerakan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Biak Numfor," tutup Wawan.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Indonesia Ajukan Diri Jadi Dewan Eksekutif Organisasi Pariwisata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]

(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA