Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Des 2021 18:09 WIB

TRAVEL NEWS

Objek Wisata Bakal Diserbu saat Nataru, Ini Persiapan Kemenparekraf

Putu Intan
detikTravel
Sandiaga Uno memberikan penjelasan pers, Senin (22/10/2021).
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Libur Natal dan Tahun Baru sudah di depan mata. Wisatawan diprediksi bakal memadati objek wisata. Ini persiapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Objek wisata di sejumlah daerah termasuk Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Medan diperkirakan bakal dipadati wisatawan pada libur Nataru. Untuk Jakarta sendiri, Kemenparekraf memprediksi terjadi lonjakan kunjungan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Untuk menyambut Nataru, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan pihaknya akan berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 saat Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan Inmendagri itu dijelaskan adanya batasan jumlah pengunjung pada beberapa pusat keramaian. Untuk di pusat perbelanjaan dan mall, kapasitas tidak boleh melebihi 75 persen.

Lalu untuk kegiatan makan dan minum di dalam mall, dibatasi menjadi 75 persen. Sedangkan untuk bioskop dibatasi 50 persen dari kapasitas.

Kemudian untuk tempat wisata, jumlahnya dibatasi 75 persen dari kapasitas total.

Di samping itu, Kemenparekraf juga melakukan pelaksanaan uji coba protokol kesehatan dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata tertentu. Sandiaga juga menyinggung mengenai melemahnya penggunaan aplikasi tersebut di kalangan masyarakat.

"Akan ada satu upaya untuk mensosialisasikan dan memastikan PeduliLindungi terintegrasi dengan CHSE. Kami melihat banyak sekali pengunjung yang belum memiliki aplikasi dan masih rendah kesadarannya," kata Sandiaga pada jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Senin (13/12/2021).

"Dampak dari masalah dan kendala ini mengakibatkan antrean panjang dan pengunjung putar balik karena tidak bisa masuk. Hal ini mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan karena aplikasi PeduliLindungi sangat penting untuk menunjukkan data vaksin, hasil PCR, dan Antigen," sambungnya.

Dengan aplikasi ini, pengunjung yang rentan terkena COVID-19 dan yang positif terpapar COVID-19 tidak diizinkan masuk. Ini diharapkan dapat mencegah peningkatan kasus COVID-19 selama periode Nataru.



Simak Video "Judika Bagikan Persiapan Jelang Perayaan Natal"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA