Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Des 2021 20:06 WIB

TRAVEL NEWS

Pengembangan Lombok-Gili Tramena Mau Dibawa ke Mana, Sandiaga?

Putu Intan
detikTravel
Ilustrasi Pulau Gili Trawangan Lombok NTB
Wisman di Gili Trawangan. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Lombok-Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) di Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional. Pemerintah berambisi mengembangkan kawasan itu dalam waktu 24 tahun namun di saat pandemi melanda, mau dibawa kemana arah pembangunannya?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan wisata tersebut, menjelaskan bahwa pemerintah fokus membangun Lombok-Gili Tramena.

Hal itu tak terlepas dari Mandalika yang juga menjadi salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP). Sandiaga melihat ada potensi alam dan budaya yang dapat diberdayakan untuk membangkitkan Lombok-Gili Tramena dari mati suri.

"Lombok-Gili Tramena memiliki potensi alam serta budaya yang begitu beragam. Sehingga pembangunan ini nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja. Kemenparekraf sendiri akan memantau pengembangan destinasi tersebut," kata Sandiaga.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2021, disebutkan bahwa pengembangan Lombok-Gili Tramena dilakukan dalam waktu 24 tahun. Pengembangan itu dilakukan mulai 2020-2044 yang dibagi dalam 5 tahapan.

"Selain pengembangan daya tarik wisata, aksesibilitas, prasarana umum, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata di Lombok-Gili Tramena, peningkatan produk ekonomi kreatif juga perlu diperhatikan," ujarnya.

Sandiaga menggarisbawahi soal pemberdayaan sumber daya manusia dalam pengembangan Lombok-Gili Tramena. Apalagi memasuki era digital, Sandiaga ingin pelaku wisata dapat lebih kreatif memasarkan produknya.

"Untuk itu, Kemenparekraf akan mendorong penyiapan pendampingan dan peningkatan kapasitas para pelaku ekraf dan juga pariwisata dengan berbagai program yang dimiliki Kemenparekraf. Mulai pendampingan agar pelaku ekraf memanfaatkan platform digital secara maksimal, hingga membuat kemasan yang menarik," katanya.

Namun sebelum ke sana, agaknya pemerintah perlu untuk menggerakkan pariwisata di Lombok-Gili Tramena yang saat ini kehilangan wisatawan. Terutama di kawasan 3 Gili yang selama ini mengandalkan wisatawan mancanegara.

Untuk Gili Trawangan misalnya, sebelum pandemi kunjungan wisatawan dapat mencapai 1.500 orang sehari. Tetapi sejak pemerintah melakukan lockdown pada Maret 2020 dan menutup perbatasan untuk turis asing, banyak restoran dan hotel yang tumbang. Bahkan dari sekitar 800 hotel, hanya 20-30 hotel yang masih buka.

Saat ini kendati kunjungan sudah mulai dilonggarkan, turis masih enggan datang ke sana. Itu karena minimnya penerbangan langsung ke Bali. Belum lagi durasi karantina yang panjang dan kemunculan varian baru Corona, Omicron.



Simak Video "Menikmati Kejernihan Panorama Bawah Laut Gili Trawangan, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA